Tampilkan postingan dengan label download. Tampilkan semua postingan

Akbarpost/Neuroma akustik adalah tumor jinak tumbuh lambat saraf cranial VIII, biasanya tumbuh dari sel schwan pada bagian ventribuler saraf ini.Secara umum Neuroma akustik adalah tumor bersifat kanker (jinak) dan biasanya lambat tumbuh yang berkembang pada saraf akustikus.

Dapat tumbuh pada saraf keluar dari pons,sepanjang perjalanan saraf di fosa kranialis posterior atau di dalam liang telinga dalam menuju dari telinga batin Anda ke otak Anda. Karena cabang-cabang saraf ini langsung mempengaruhi keseimbangan dan pendengaran, tekanan dari neuroma akustik dapat menyebabkan gangguan pendengaran, dering di telinga Anda dan kegoyangan.

Sebagian besar neuroma tumbuh lambat dan hanya sebagian kecil tumbuh cepat yaitu mencapai dua kali volume asal dalam waktu enam bulan.

Walaupun kecepatan pertumbuhan tumor berkisar antara amat lambat sampai cepat, kadang tumor mengalami degenerasi kistik. Oleh karena neuroma akustik berasal dari sel Schwann yang berada didalam serabut saraf ventibularis dan pertumbuhannya lambat sehingga hanya sedikit sekali yang mengalami gangguan keseimbangan atau vertigo.

Setelah tumor cukup besar, maka tumor akan tumbuh terus biasanya kearah medial dan bentuk tumor saat mencapai rongga ini mengalami perubahan menjadi speris.

Saat tumor masih dalam rongga bagian dalam, mungkin akan menimbulkan gejala awal seperti gangguan pendengaran oleh karena itu penekanan terhadap sraf pendengaran dan putusnya pembuluh darah.

Selain itu juga akan terjadi gangguan keseimbangan berupa vertigo oleh karena penekanan saraf ventribular ( keseimbangan ).Selain menekan saraf pendengaran tumor juga akan menekan saraf facialis ( nerves VII ) dengan gejala kelemahan wajah ( parese ).

Saat tumor mencapai diameter 2 cm dan sudah berada di cerebellopontine angle, tumor akan menekan permukaan lateral batang otak yang jika tumor tumbuh lebih besar, akan mendorong batang otak kearah yang berlawanan.Saat tumor mencapai diameter 4 cm, tumor berkembang kearah depan dan menekan saraf trigeminus yang menimbulkan gejala nyeri wajah satu sisi.

Dan apabila tumor berkembang kearah bawah akan menekan saraf IX, X , XII dan menyebabkan kesulitan menelan.Dan jika tumor terus tumbuh melebihi diameter 4 cm, maka tumor akan menekan otak kecil dan secara tidak langsung akan menyebabkan terjadinya hidrosefalus obstriktif. Terjadinya hidrocefalus akan menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan intracranial dengan gejala nyeri kepala, mata kabur, serta mual muntah.

Download Asuhan Keperawatan Neuroma Akustik

ASKEP Download

Akbarpost/Nistagmus suatu keadaan gerakan bola matabaik secara teratur dan tidak terkendali. Nistagmus dan pergerakan volunter mata pasien disuruh untuk mengikuti dengan mata setiap petunjuk utama untuk pandangan (kiri, atas dan kiri, kebawah dan kiri, kanan, atas dan kanan, bawah dan kanan;), untuk menentukan apakah ada paresis pandangan (rusaknya kemampuan untuk menggerakkan 2 mata secara koordinat pada beberapa petunjuk utama pandangan) atau pandangan yang menimbulkan nistagmus jika ada.

Nistagmus – suatu osilasi abnormalitas involunter dari mata – dikarakteristik dalam istilah posisi-posisi pandangan dimana nistagmus terjadi, amplitudonya, dan arah fase cepat.

Pendular nystagmus memiliki kecepatan yang sama pada kedua arah pergerakan bola mata; jerk nystagmus dikarakteristik oleh kedua fase, cepat (induksi vestibular) dan lambat (kortikal).

Arah jerk nystagmus didefinisikan sebagai arah komponen cepat.
Pergerakan-pergerakan volunter mata yang cepat (saccades) diperoleh melalui perubahan pandangan pasien yang cepat dari satu target ke tempat lain dalam bagian berbeda dari lapangan pandang.

Pergerakan volunter mata yang lambat (pursuit) dinilai dengan pergerakan mata pasien mengikuti target yang bergerak lambat seperti jari pemeriksa. Gangguan vestibular perifer menghasilkan unidirectional horizontal jerk nystagmus yang maksimal pada pandangan meninggalkan sisi yang terlibat.

Gangguan vestibular sentral dapat menyebabkan unidirectional atau bidirectional horizontal nystagmus, atau paresis pandangan. Lesi serebelar dihubungkan dengan jarak lebar dari abnormalitas okular, termasuk parese pandangan, saccade defective atau pursuit, nystagmus pada beberapa atau seluruh arah, dan diysmetria okular (melampaui target visual selama pergerakan mata saccadic).

Nistagmus pendular biasanya diakibatkan oleh gangguan visual yang dimulai pada masa pertumbuhan. Nistagmus merupakan indikator yang bermanfaat dari malfungsi vestibular pada pasien dengan vertigo.

Download Asuhan Keperawatan Nistagmus (Mata Goyang)

ASKEP Download

Akbarpost/Tomor buli-buli adalah tumor yang didapatkan dalam buli-buli. Yang paling sering dijangkiti kanker dari alat perkemihan adalah Buli-buli. Kanker Buli-buli terjadi tiga kali lebih banyak pada pria dibandingkan pada wanita, dan tumor-tumor multipel juga lebih sering, kira-kira 25% klien mempunyai lebih dari satu lesi pada satu kali dibuat diagnosa.

Download Asuhan Keperawatan Ca Buli

ASKEP Download

Akbarpost/BPH adalah pembesaran atau hypertropi prostat. Kelenjar prostat membesar, memanjang ke arah depan ke dalam kandung kemih dan menyumbat aliran keluar urine, dapat menyebabkan hydronefrosis dan hydroureter.

Istilah Benigna Prostat Hipertropi sebenarnya tidaklah tepat karena kelenjar prostat tidaklah membesar atau hipertropi prostat, tetapi kelenjar-kelenjar periuretralah yang mengalami hiperplasia (sel-selnya bertambah banyak. Kelenjar-kelenjar prostat sendiri akan terdesak menjadi gepeng dan disebut kapsul surgical. Maka dalam literatur di benigna hiperplasia of prostat gland atau adenoma prostat, tetapi hipertropi prostat sudah umum dipakai.

Penyebab terjadinya Benigna Prostat Hipertropi belum diketahui secara pasti. Prostat merupakan alat tubuh yang bergantung kepada endokrin dan dapat pula dianggap undangan(counter part). Oleh karena itu yang dianggap etiologi adalah karena tidak adanya keseimbangan endokrin.

Menurut Syamsu Hidayat dan Wim De Jong tahun 1998 adalah Umumnya gangguan ini terjadi setelah usia pertengahan akibat perubahan hormonal. Bagian paling dalam prostat membesar dengan terbentuknya adenoma yang tersebar. Pembesaran adenoma progresif menekan atau mendesak jaringan prostat yang normal ke kapsula sejati yang menghasilkan kapsula bedah.

Kapsula bedah ini menahan perluasannya dan adenoma cenderung tumbuh ke dalam menuju lumennya, yang membatasi pengeluaran urin. Akhirnya diperlukan peningkatan penekanan untuk mengosongkan kandung kemih. Serat-serat muskulus destrusor berespon hipertropi, yang menghasilkan trabekulasi di dalam kandung kemih.

Pada beberapa kasus jika obsruksi keluar terlalu hebat, terjadi dekompensasi kandung kemih menjadi struktur yang flasid, berdilatasi dan sanggup berkontraksi secara efektif. Karena terdapat sisi urin, maka terdapat peningkatan infeksi dan batu kandung kemih. Peningkatan tekanan balik dapat menyebabkan hidronefrosis.Retensi progresif bagi air, natrium, dan urea dapat menimbulkan edema hebat. Edema ini berespon cepat dengan drainage kateter.

Diuresis paska operasi dapat terjadi pada pasien dengan edema hebat dan hidronefrosis setelah dihilangkan obstruksinya. Pada awalnya air, elekrolit, urin dan beban solutlainya meningkatkan diuresis ini, akhirnya kehilangan cairan yang progresif bisa merusakkan kemampuan ginjal untuk mengkonsentrasikan serta menahan air dan natrium akibat kehilangan cairan dan elekrolit yang berlebihan bisa menyebabkan hipovelemia.

Menurut Mansjoer Arif tahun 2000 pembesaran prostat terjadi secara perlahan-lahan pada traktus urinarius, terjadi perlahan-lahan. Pada tahap awal terjadi pembesaran prostat sehingga terjadi perubahan fisiologis yang mengakibatkan resistensi uretra daerah prostat, leher vesika kemudian detrusor mengatasi dengan kontraksi lebih kuat.

Sebagai akibatnya serat detrusor akan menjadi lebih tebal dan penonjolan serat detrusor ke dalam mukosa buli-buli akan terlihat sebagai balok-balok yang tampai (trabekulasi). Jika dilihat dari dalam vesika dengan sitoskopi, mukosa vesika dapat menerobos keluar di antara serat detrusor sehingga terbentuk tonjolan mukosa yang apabila kecil dinamakan sakula dan apabila besar disebut diverkel.

Fase penebalan detrusor adalah fase kompensasi yang apabila berlanjut detrusor akan menjadi lelah dan akhirnya akan mengalami dekompensasi dan tidak mampu lagi untuk kontraksi, sehingga terjadi retensi urin total yang berlanjut pada hidronefrosis dan disfungsi saluran kemih atas.

Download Asuhan Keperawatan Bedah Benigna Prostat Hiperplasia

ASKEP Download

Akbarpost/Corpus alienum adalah benda asing yang berasal dari luar atau dalam tubuh yang dalam keadaan normal tidak ada pada tubuh. Telinga sering kemasukan benda asing.

Kejadian tersebut banyak penyebabnya, pada orang dewasa biasanya dengan mencoba membersihkan kanalis eksternus atau mengurangi gatal atau pada anak-anak yang dengan sengaja memasukkan benda tersebut ke dalam telinganya sendiri. Benda asing di telinga dapat memiliki efek atau tidak. Bisa tanpa gejala sampai dengan gejala nyeri berat sampai dengan terjadinya penurunan pendengaran.

Benda asing yang masuk ke telinga biasanya disebabkan oleh beberapa factor antara lain pada anak – anak yaitu factor kesengajaan dari anak tersebut, factor kecerobohan misalnya menggunakan alat-alat pembersih telinga pada orang dewasa seperti kapas, korek api ataupun lidi serta factor kebetulan yang tidak disengaja seperti kemasukan air, serangga seperti lalat atau nyamuk .

Masuknya benda asing ke dalam telinga yaitu ke bagian kanalis audiotorius eksternus akan menimbulkan perasaaan tersumbat pada telinga, sehingga klien akan berusaha mengeluarkan benda asing tersebut. Namun, tindakan yang klien lakukan untuk mengeluarkan benda asing tersebut sering kali berakibat semakin terdorongnya benda tersebut ke bagian tulang kanalis eksternus sehingga menyebabkan laserasi kulit dan melukai membrane timpani.

Akibat dari laserasi kulit dan lukanya membrane timpanai, akan menyebabkan gangguan pendengaran , rasa nyeri telinga atau otalgia dan kemungkinan adanya risiko terjadinya infeksi.

Download Asuhan Keperawatan Corpus Alienum

ASKEP Download

Akbarpost/Adanya batu (kalkuli) pada saluran perkemihan dalam ginjal, ureter, atau kandung kemih yang terdiri dari; yang membentuk kristal; kalsium, oksalat, fosfat, kalsium urat, asam urat dan magnesium.

Batu dapat menyebabkan obstruksi,infeksi atau oedema pada saluran perkemihan, kira-kira 75% dari semua batu yang terbentuk terdiri atas; kalsium.

Faktor resiko batu ginjal meliputi;stasis perkemihan,infeksi saluran perkemihan, hiperparatiroidismempenyakit infeksi usus, gout, intake kalsium dan vit D berlebih, immobilitas lama dan dehidrasi.

Download Asuhan Keperawatan Bedah Batu Saluran Kencing

ASKEP Download

Akbarpost/Appendicitis adalah : Peradangan dari appendiks vermiformis, dan merupakan penyebab abdomen akut yang paling sering. (Arif Mansjoer ddk 2000 hal 307).

Appendisitis akut dinegara maju lebih tinggi daripadadi negara berkembang namun dalam tiga – empat dasawarsa terjadi peningkatan.kejadian ini diduga disebabkan oleh meningkatnya pola makan berserat dalam menu sehari – hari, pada laki – laki dan perempuan pada umumnya sebanding kecuali pada umur 20 – 30 tahun insiden pada laki – laki lebih tinggi.

Appendicitis dapat ditemukan pada semua umur , hanya pada anak yang kurang dari satu tahun yang jarang dilaporkan, mungkin karena tidak terduga sebelumnya. Insiden tertnggi terjadi pada kelompok umur 20 – 30 tahun, setelah itu menurun.

Appendiks terinflamasi dan mengalami edema sebagai akibat terlipat atau tersumbat kemungkinan oleh fekolit ( massa keras dari fecces) atau benda asing. Proses inflamasi meningkatkan tekanan intaraluminal, menimbulkan nyeri atas atau menyebar hebat secara progresif, dalam beberapa jam terlokalisasi dalam kuadran kanan bawah dari abdomen. Akhirnya appendiks yang terinflamasi terisi pus.

Download Asuhan Keperawatan Appendicitis

ASKEP Download

Akbarpost/Angina Pektoris adalah suatu sindroma klinis yang ditandai dengan episode atau paroksisma nyeri atau perasan tertekan di dada depan. Angina pektoris adalah nyeri dada yang menyertai iskemia miokardium. Angina pektoris adalah nyeri jantung yang timbul bilamana beban terhadap jantung menjadi terlalu besar dibandingkan dengan aliran darah koroner.

Angina pektoris Pada kebanyakan orang yang mengalami konstriksi progresif arteri koronaria nya ,nyeri jantung ,yang disebut angina pektoris ,mulai timbul bilamana beban terhadab jantung menjadi terlalu besar dibandingkan dengan aliran darah koroner .

Nyeri ini biasanya dirasakan dibawah bagian atas sternum dan sering juga dipindahkan kepermukaan tubuh , paling sering ke lengan kiri dan bahu kiri tetapi juga sering ke leher dan bahkan kewajah atau kelengan dan bahu sisi berlawanan.Alasan untuk distribusi nyeri ini adalah bahwa selama kehidupan embrional jantung berasal dari dalam leher ,seperti lengan. Oleh karena itu , kedua struktur ini menerima serabut-serabut saraf nyeri dari segmen mendula spinalis yang sama.

Angina pektoris yaitu nyeri dada yang menyertai iskemia miokardium .Mekanisme pasti bagaimana iskemia dapat menyebabkan nyeri masih belum jelas.Agaknya reseptor saraf nyeri terangsang oleh metabolit yang tertimbun atau disuatu zat kimia antara yang belum diketahui , atau oleh stres mekanik lokal akibat kelainan kontraksi miokardium .

Nyeri biasanya digambarkan sebagai suatu tekanan substernal , kadang –kadang menyebar ke sisi medial lengan kiri.Tangan yang menggenggam dan diletekkan diatas sternum melukiskan pola angina klasik.

Download Asuhan Keperawatan Angina Pektoris

ASKEP Download

Akbarpost/Amputasi berasal dari kata “amputare” yang kurang lebih diartikan “pancung”. Amputasi dapat diartikan sebagai tindakan memisahkan bagian tubuh sebagian atau seluruh bagian ekstremitas.

Tindakan ini merupakan tindakan yang dilakukan dalam kondisi pilihan terakhir manakala masalah organ yang terjadi pada ekstremitas sudah tidak mungkin dapat diperbaiki dengan menggunakan teknik lain, atau manakala kondisi organ dapat membahayakan keselamatan tubuh klien secara utuh atau merusak organ tubuh yang lain seperti dapat menimbulkan komplikasi infeksi.

Kegiatan amputasi merupakan tindakan yang melibatkan beberapa sistem tubuh seperti sistem integumen, sistem persyarafan, sistem muskuloskeletal dan sisten cardiovaskuler. Labih lanjut ia dapat menimbulkan madsalah psikologis bagi klien atau keluarga berupa penurunan citra diri dan penurunan produktifitas.

Download Asuhan Keperawatan Bedah Amputasi

ASKEP Download

Akbarpost/Aerotitis adalah gangguan telinga yang terjadi akibat perubahan tekanan udara di telinga luar dan telinga yang dipisahkan oleh gendang telinga.gendang telinga merupakan pemisah antara saluran telinga luar dan telinga tengah.jika tekanan udara di dalam telinga dan tekanan udara di dalam telinga tengah tidak sama,maka bias menyebapkan kerusakan pada gendang telinga.

Dalam keadaan normal tuba eustakius atau dikenal antara penghubung telinga tengah hidung bagian belakang.membantu menjaga agar tekanan di kedua tempat tersebut tetap sama dengan cara membiarkan udara dari luar masuk ke telinga tengah ataupun dengan sebaliknya.

Penyebap terjadinya aerotitis ini karena dapat terjadi setelah seseorang di serang influenza dan campak dan prosesus mastoideus menjadi lembek,bengkak.

Penyebaran penyakit aerotitis ini merupakan terjadinya penyumbatan pada tuba eustakius,dimana jika eustakius ini mengalami penyumbatan sebagian maupun penyumbatan total akibat adanya suatu jaringan parut,atau terjadi infeksi dan alergi.maka di situ udara tidak akan mampu untuk memasuki ke telinga bagian tengah dan menyebapkan perbedaan tekanan pada telinga.

Download Asuhan Keperawatan Aerotitis

ASKEP Download

Akbarpost/Glomerulonefritis (GN) adalah peradangan pada glomerulus, yaitu struktur pada ginjal yang terbuat dari pembuluh darah kecil. Glomerulus mengeluarkan cairan, elektrolit dan zat sisa berlebih dari aliran darah dan mengeluarkannya melalui urin. Jika glomerulus Anda terganggu, ginjal akan berhenti bekerja dengan benar dan Anda dapat mengalami gagal ginjal.

Glomerulonefritis dapat menjadi sangat akut (serangan peradangan yang mendadak) atau kronis (jangka panjang dan kambuhan). Jika glomerulonefritis terjadi dengan sendirinya, kondisi ini disebut sebagai glomerulonefritis primer.

Jika penyakit lain, seperti lupus atau diabetes, adalah penyebabnya, kondisi disebut glomerulonefritis sekunder. Inflamasi berat atau berkepanjangan yang terkait dengan glomerulonefritis dapat merusak ginjal Anda.

Download Asuhan Keperawatan Glomerulonefritis (GN)

ASKEP Download

Akbarpost/Pembangunan kesehatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat di Indonesia. Berbagai indikator dalam menentukan keberhasilan tersebut salah satunya adalah angka kematian bayi.

Indonesia selama ini telah berhasil menurunkan AKB dari 125 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 1965 menjadi 75 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 1992 dan 54 per seribu kelahiran hidup pada tahun 1994. Angka ini masih tergolong tinggi dibandingkan negara-negara ASEAN yang lain.

WHO tahun 1993 melaporkan bahwa dari 8,1 juta kematian bayi hampir separuhnya (3,9 juta atau 48%) adalah kematian pada masa neonatus. Dua per tiga kematian neonatus terjadi pada masa minggu pertama kehidupan dan kematian sesudah minggu pertama pun terkait dengan kelainan pada masa perinatal.

Di negara berkembang 3 – 6 % bayi menderita asfiksia baerbagai derajat dari ringan sampai berat dan diperkirakan penyebab dari 25% kematian neonatus yang berhubungan dengan kematian. Sejumlah yang sama akan hidup tetapi menderita cacat karena kecacatan otak.

Hanya sedikit data mengenai insiden hipotermia yang menyebabkan kematian. Bukti nyata menunjukkan bahwa hipotermia merupakan penyebab kematian pada bayi BBLR dan bayi kurang bulan. Sekitar 19 % bayi dilahirkan dengan berat badan kurang dari 2500 gram yang digolongkan sebagai BBLR. BBLR merupakan salah satu penyebab kematian utama neonatus.

Kontribusi utama kematian BBLR adalah kurang bulan, infeksi, asfiksia, hipotermia dan kesulitan nutrisi yang disertai hipoglikemia dengan tanda-tanda kejang.

Download Asuhan Keperawatan Bayi Sakit

ASKEP Download

Akbarpost/Bayi baru lahir dengan umur kehamilan 37 minggu atau kurang saat kelahiran disebut dengan bayi prematur. Walaupun kecil, bayi prematur ukurannya sesuai dengan masa kehamilan tetapi perkembangan intrauterin yang belum sempurna dapat menimbulkan komplikasi pada saat post natal.

Bayi baru lahir yang mempunyai berat 2500 gram atau kurang dengan umur kehamilan lebih dari 37 minggu disebut dengan kecil masa kehamilan, ini berbeda dengan prematur, walaupun 75% dari neonatus yang mempunyai berat dibawah 2500 gram lahir prematur.

Problem klinis terjadi lebih sering pada bayi prematur dibandingkan dengan pada bayi lahir normal. Prematuritas menimbulkan imaturitas perkembangan dan fungsi sistem, membatasi kemampuan bayi untuk melakukan koping terhadap masalah penyakit.

Masalah yang umum terjadi diantaranya respiratory disstres syndrom (RDS), enterocolitis nekrotik, hiperbilirubinemia, hypoglikemia, thermoregulation, patetnt duktus arteriosus (PDA), edema paru, perdarahan intraventrikular. Stressor tambahan lain pada infant dan orangtua meliputi hospitalisasi untuk penyakit pada bayi.

Respon orangtua dan mekanisme koping mereka dapat menimbulkan gangguan pada hubungan antar mereka. Diperlukan perencanaan dan tindakan yang adekuat untuk permasalahn tersebut.

Bayi prematur dapat bertahan hidup tergantung pada berat badannya, umur kehamilan, dan penyakit atau abnormalitas. Prematur menyumbangkan 75% - 80% angka kesakitan dan kematian neonatus.

Download Asuhan Keperawatan Bayi Lahir Prematur

ASKEP Download

Akbarpost/Bayi baru lahir atau neonatus meliputi umur 0 – 28 hari. Kehidupan pada masa neonatus ini sangat rawan oleh karena memerlukan penyesuaian fisiologik agar bayi di luar kandungan dapat hidup sebaik-baiknya. Hal ini dapat dilihat dari tingginya angka kesakitan dan angka kematian neonatus.

Diperkirakan 2/3 kematian bayi di bawah umur satu tahun terjadi pada masa neonatus. Peralihan dari kehidupan intrauterin ke ekstrauterin memerlukan berbagai perubahan biokimia dan faali.

Banyak masalah pada bayi baru lahir yang berhubungan dengan gangguan atau kegagalan penyesuaian biokimia dan faali yang disebabkan oleh prematuritas, kelainan anatomik, dan lingkungan yang kurang baik dalam kandungan, pada persalinan maupun sesudah lahir.

Masalah pada neonatus biasanya timbul sebagai akibat yang spesifik terjadi pada masa perinatal. Tidak hanya merupakan penyebab kematian tetapi juga kecacatan.

Masalah ini timbul sebagai akibat buruknya kesehatan ibu, perawatan kehamilan yang kurang memadai, manajemen persalinan yang tidak tepat dan tidak bersih, kurangnya perawatan bayi baru lahir. Kalau ibu meninggal pada waktu melahirkan, si bayi akan mempunyai kesempatan hidup yang kecil.

Untuk mampu mewujudkan koordinasi dan standar pelayanan yang berkualitas maka petugas kesehatan dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk dapat melaksanakan pelayanan essensial neonatal.

Download Asuhan Keperawatan Bayi Baru Lahir

ASKEP 1Download
ASKEP 2Download

Akbarpost/Ikterus merupakan suatu gejala yang sering ditemukan pada Bayi Baru Lahir (BBL). Menurut beberapa penulis kejadian ikterus pada BBL berkisar 50 % pada bayi cukup bulan dan 75 % pada bayi kurang bulan.

Perawatan Ikterus berbeda diantara negara tertentu, tempat pelayanan tertentu dan waktu tertentu. Hal ini disebabkan adanya perbedaan pengelolaan pada BBL, seperti ; pemberian makanan dini, kondisi ruang perawatan, penggunaan beberapa propilaksi (misal; luminal) pada ibu dan bayi, fototherapi dan transfusi pengganti.

Asuhan keperawatan pada klien selama post partum juga terlalu singkat, sehingga klien dan keluarga harus dibekali pengetahuan, ketrampilan dan informasi tempat rujukan, cara merawat bayi dan dirinya sendiri selama di rumah sakit dan perawatan di rumah.

Download Asuhan Keperawatan Ikterus Bayi

ASKEP Download

Akbarpost/Penyakit Hirschprung adalah kelainan bawaan penyebab gangguan pasase usus (Ariff Mansjoer, dkk. 2000). Dikenalkan pertama kali oleh Hirschprung tahun 1886. Zuelser dan Wilson , 1948 mengemukakan bahwa pada dinding usus yang menyempit tidak ditemukan ganglion parasimpatis.

Penyakit ini disebabkan aganglionosis Meissner dan Aurbach dalam lapisan dinding usus, mulai dari spingter ani internus ke arah proksimal, 70 % terbatas di daerah rektosigmoid, 10 % sampai seluruh kolon dan sekitarnya 5 % dapat mengenai seluruh usus sampai pilorus.

Download Asuhan Keperawatan Penyakit Hirschprung

ASKEP Download

Akbarpost/Heperbilirubinemia adalah peningkatan konsentrasi bilirubin tak terkonjugasi yang ditunjukan dengan ikterik. Bilirubin adalah produk pemecahan hemoglobin yang berasal dari pengrusakan sel darah merah /RBCs.

Ketika RBCs rusak maka produknya kan masuk sirkulasi, diimana hemoglobin pecah menjadi heme dan globin. Gloobin { protein } digunaka kembali oleh tubuh sedangkan heme akan diruah menjadi bilirubin unkonjugata dan berikatan dengan albumin.

Didalam liver bilirubin berikatan dengan protein plasma dan dengan bantuan ensim glukoronil transferase dirubah menjadi bilirubin konjugata yang akan ddikeluarkan lewat saluran empedu ke saluran intestinal.

Di Intestinal dengan bantuan bakteri saluran intestinal akan ddirubah menjadi urobilinogen dan starcobilin yang akan memberi warna pada faeces. Umumnya bilirubin akan diekskresi lewat faeces dalam bentuk stakobilin dan sedikit melalui urine dalam bentuk urobilinogen.

Download Asuhan Keperawatan Heperbilirubinemia

ASKEP Download

Kesehatan/Makrosomia (bayi raksasa) adalah bayi yang lahir dengan berat badan lahir (BBL) lebih dari 4 kg. Bayi makrosomia bisa disebabkan empat faktor: (1) Faktor kondisional, yaitu yang tak diketahui penyebabnya. Misalnya, orangtuanya memang besar atau karena memang lingkungannya (faktor gizi) yang memungkinkan bayi mempunyai BBL besar; (2) Ibu hamil menderita diabetes mellitus; (3) Ibu yang mengalami kelebihan berat badan (obesitas); (4) Ibu yang mengalami kehamilan lebih bulan.

Bayi makrosomia karena faktor genetik, yaitu karena orangtuanya besar, mungkin tak banyak mengalami masalah. Yang bermasalah adalah bayi BBL besar akibat ibu mengalami diabetes, yaitu akan mengalami banyak komplikasi serius. Di samping itu, bayi makrosomia juga kerap meningkatkan angka kelahiran dengan bantuan operasi Cesar. Dan operasi Cesar akan menambah komplikasi pada bayi.

Makrosomia. Bayi dari ibu diabetes cenderung lebih besar dan montok daripada bayi yang lahir normal. Mekanisme yang menyebabkan janin ini tumbuh berlebih belum diketahui dengan pasti. Akan tetapi, dari beberapa penelitian didapatkan ada korelasi positif antara tingkat hiperglikemia ibu dan tingkat makrosomia janin pada ibu yang tidak mengalami komplikasi penyakit vaskuler.

Hal tersebut dimungkinkan karena hiperglikemia dan hiperinsulinemia pada janin secara bersama-sama dapat menyebabkan peningkatan sintesis glikogen, lipogenesis dan sinresis protein dalam tubuh janin. Sebagai hasil akhirnya, janin tumbuh subur/pesat pada semua tingkat usia kehamilan yang disebut large for gestational age (LGA).

Download Asuhan Keperawatan Makrosomia (bayi raksasa)

ASKEP Download

Akbarpost/Penilaian pada usia kehamilan dan berat badan saat lahir merupakan pertimbangan penting karena faktor – faktor ini berkaitan erat dengan kecacatan dan kematian pada perinatal. Teknbologo moderen telah memberikan kontribusi yang cukup bverarti pada perkembangan kesehatan dan kelangsungan hidup secara menyeluruh pada bayi yang beresiko yang disebabkan oleh usia kehamilan atau berat badan saat lahir.

Bagaimanapun juga kelangsungan hidup bayi yang lahir sebelum waktunya disebabkan oleh perkembangan kondisi yang mungkin berpengaruh secara negatif pada kwalitas hidup mereka.

Salah satu karekteristik neonatus yang penting adalah stabilnya berbagai sistim pengaturan hormonal dan neurogenik. Keadaan ini sebagian disebabkan oleh perkembangan imatur organ – oragn tubuh yang berbeda dan sebagian berdasarkan kenyataan bahwa sistem pengaturan belum sesuai dengan cara hidup yang baru.

Salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas bayi baru lahir adalah infeksi serta komplikasi hipotermi. Hipotermi ini dapat menimbulkan penyakit infeksi gagal ginjal serangan apnu yang mengakibatkan kematian.

Meskipun secara keseluruhan masalah perinatal masih tinggi lebih mengingatkan kepada kita betapa pentingnya perawatan sehingga dapat memperkecil angka kematian, perawat dapat membantu mengajarkan kepada masyarakat untuk mengenal betapa pentingnya memperoleh perawatan secar dini dan teratur selama kehamilan, persalinan, dan kelahiran.

Download Asuhan Keperawatan Bayi Berat Lahir Rendah

ASKEP Download

Akbarpost/Adanya batu (kalkuli) pada saluran perkemihan dalam ginjal, ureter, atau kandung kemih yang membentuk kristal; kalsium, oksalat, fosfat, kalsium urat, asam urat dan magnesium. Batu dapat menyebabkan obstruksi, infeksi atau oedema pada saluran perkemihan, kira-kira 75% dari semua batu yang terbentuk terdiri atas kalsium.

Faktor resiko batu ginjal meliputi;stasis perkemihan,infeksi saluran perkemihan, hiperparatiroidismempenyakit infeksi usus, gout, intake kalsium dan vit D berlebih, immobilitas lama dan dehidrasi.

Download Asuhan Keperawatan Batu Saluran Kemih

ASKEP Download
Diberdayakan oleh Blogger.