Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Akbarpost/Tuberkulosis (TBC atau TB) adalah suatu penyakit infeksi yang di sebabkan oleh bakteri mikobakterium tuberkolosa. Bakteri ini merupakan bakteri basil yang sangat kuat sehingga memerlukan waktu lama untuk mengobatinya. Bakteri ini lenih sering mengiinfeksi organ paru-paru disbanding bagian lain tubuh manusia.

Tuberkolosis (TBC) adalah contoh lain infeksi saluran nafas bawa yang biasanya ditularkan melalui inhalasi pericikan ludah (droplet), orang ke orang, dan mengkolonisasi bronkiolus atau alveolus. Kuman juga dapat masuk ketubuh melalui saluran cerna, melalui ingesti susu tercemar dipasteurisasin TB, atau melalui lesi kulit.

Penyebab TB paru adalah Mycobacterium Tuberculosis sejenis kuman berbentuk batang dengan ukuran panjang 1-4 mm, tebal 0,3-0,6 mm sebagian kuman terdiri dari asam lemak / lipid. Ini membuat kuman lebih tahan terhadap asam. Sifat kuman ini adalah aerob dan tidak tahan terhadap sinar matahari. Ada beberapa jenis kuman ini yang patogenik.

TBC adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman TBC (Mycobacterium tuberculosis). TBC lebih sering manyerang paru-paru namun juga dapat menyerang bagian tubuh lain seperti selaput otak, kulit, tulang, kelenjar getah bening, dan bagian tubuh lainnya. TBC bukan penyakit keturunan dan bukan disebabkan oleh kutukan atau guna-guna. TBC dapat menyerang siapa saja (tua, muda, laki-laki, perempuan, miskin, kaya).

TBC adalah penyakit menular ketika bakterinya berada di udara dan dihirup oleh orang lain. Secara umum, penyakit ini tidak di anggap menular pada anak-anak, yang biasanya terinpeksi dari pasien orang dewasa. Masa inkubasi ( waktu yang diperlukan untuk seseorang menjadi terinfeksi setelah tertular ) bervariasi antara mingguan hingga tahunan, tergantung dari orang itu sendiri dan jenis infeksinya, apakah primer, progresif, atau reaktivasi. Biasanya dokter menganjurkan rawat inap untuk evaluasi awal dan pengobatan TBC.

Download Asuhan Keperawatan Tuberkulosis (TBC)

ASKEP 1 Download
ASKEP 2 Download
ASKEP 3 Download

Akbarpost/Bayi baru lahir dengan umur kehamilan 37 minggu atau kurang saat kelahiran disebut dengan bayi prematur. Walaupun kecil, bayi prematur ukurannya sesuai dengan masa kehamilan tetapi perkembangan intrauterin yang belum sempurna dapat menimbulkan komplikasi pada saat post natal. Bayi baru lahir yang mempunyai berat 2500 gram atau kurang dengan umur kehamilan lebih dari 37 minggu disebut dengan kecil masa kehamilan, ini berbeda dengan prematur, walaupun 75% dari neonatus yang mempunyai berat dibawah 2500 gram lahir prematur.
Problem klinis terjadi lebih sering pada bayi prematur dibandingkan dengan pada bayi lahir normal. Prematuritas menimbulkan imaturitas perkembangan dan fungsi sistem, membatasi kemampuan bayi untuk melakukan koping terhadap masalah penyakit.

Masalah yang umum terjadi diantaranya respiratory disstres syndrom (RDS), enterocolitis nekrotik, hiperbilirubinemia, hypoglikemia, thermoregulation, patetnt duktus arteriosus (PDA), edema paru, perdarahan intraventrikular. Stressor tambahan lain pada infant dan orangtua meliputi hospitalisasi untuk penyakit pada bayi. Respon orangtua dan mekanisme koping mereka dapat menimbulkan gangguan pada hubungan antar mereka. Diperlukan perencanaan dan tindakan yang adekuat untuk permasalahn tersebut.

Bayi prematur dapat bertahan hidup tergantung pada berat badannya, umur kehamilan, dan penyakit atau abnormalitas. Prematur menyumbangkan 75% - 80% angka kesakitan dan kematian neonatus.


Akbarpost/Jantung mendapatkan aliran darah dari arteri koronaria. Sirkulasi koronaria meliputi seluruh permukaan jantung, membawa oksigen dan nutrisi ke miokardium melalui cabang-cabang intramiokardium yang kecil-kecil. Untuk dapat mengetahui akibat-akibat dari pentakit jantung koroner, maka kita harus mengenal terlebih dahulu distribusi arteri koronaria ke otot jantung dan sistim penghantar.

Arteri koronaria.

Arteri koronaria adalah cabang pertama dari sirkulasi sistemik. Muara arteri koronaria ini terdapat dalam sinus valsalva dalam aorta, tepat di atas katup aorta. Sirkulasi koroner terdiri dari arteri koronaria kiri dan arteri koronaria kanan. Arteri koronaria kiri mempunyai dua cabang, yaitu arteri desendens arteri kiri dan arteri sirkumpleksa kiri.

Arteri-arteri ini berjalan melingkar jantung dalam dua celah anatomi eksterna: sulkus atrioventrikularis yang melingkari jantung diantara atrium dan ventrikel, dan sulkus interventrikularis yang memisahkan kedua ventrikel. Tempat pertemuan kedua celah dipermukaan posterior jantung merupakan bagian jantung yang kritis, dipandang dari sudut anatomi dikenal sebagai kruks jantung yaitu bagian jantung yang terpenting dari jantung.

Nodus AV berlokasi pada tempat pertemuan ini. Karena itu pembuluh manapun yang melintasi kruks tersebut merupakan pembuluh yang menghantarkan ke nodus AV. Aretri koronaria kanan berjalan ke lateral mengitari sisi kanan jantung di dalam sulkus interventrikularis kanan. Pada 90 % jantung, arteri koronaria kanan pada waktu mencapai posterior jantung akan menuju kruks lalu turun menuju menuju afeks jantung dalam sulkus interventrikularis posterior. Arteri koronaria kiri tidak bercabang lagi sesudah meninggalkan pangkalnya di aorta. Aretri sirkumpleksa kiri berjalan ke lateral di bagian kiri jantung dalam sulkus atrioventrikularis kiri.

Distribusi secara berkeliling ini sesuai dengan sebutan dan tujuan fungsinya sebagai pembuluh sirkumpleksia. Demikian juga arteri desendens arterior kiri menyatakan perjalanan anatomis dari cabang arteri tersebut. Arteri tersebut berjalan ke bawah pada permukaan jantung dalam sulkus interventrikularis anterior. Kemudian arteri ini melintasi apeks jantung dan berbalik arah dan berjalan ke atas sepanjang permukaan posterior sulkus interventrikularis untuk bersatu dengan cabang distal arteri koronaria kanan.

Setiap pembuluh utama mencabangkan pembuluh epikardial dan intramiokardia yang khas. Arteri desendens arterior kiri membentuk percabangan septum yang memasok 2/3 bagian arterior septum dan cabang-cabang diagonal yang berjalan di atas permukaan anterolateral dari ventrikel kiri. Permukaan posterolateral dari ventrikel kiri diperdarahi oleh cabang-cabang marginal dari arteri sirkumpeksa.

Jalur-jalur anatomis ini menghasilkan suatu korulasi antar arteri koronaria dan penyediaan nutrisi otot jantung. Pada dasarnya arteri koronaria dextra memberikan darah ke atrium kanan, ventrikel kanan dan dinding inferior ventrikel kiri. Arteria sirkumpleksa sinistra memberikan darah pada atrium kiri dan dinding posteriolateral ventrikel kiri. Arteri desendens arterior kiri memberikan darah ke dinding depan ventrikel kiri yang masif.

Penyediaan nutrisi pada penghantar merupakan suatu korelasi kritis lain yang juga ditentukan oleh jalur-jalur anatomis. Meskipun nodus SA letaknya letaknya di atrium kanan, tetapi pada 55% individu mendapat darah dari arteri koronaria kanan, dan 45% individu mendapat darah dari suatu cabang yang berasal dari arteria sirkumpleksa kiri. Nodus AV yang dipasok oleh arteri yang melintasi kruks, yaitu dari arteri koronaria kanan pada 90% individu dan pada 10% sisanya dari arteria sirkumpleksa kiri.

Anastomosis antara cabang arteria juga ditemukan pada sirkulasi koroner. Anastomosis ini tidak berfungsi pada keadaan normal, akan tetapi mempunyai arti yang sangat penting bagi sirkulasi kolateral maupun sirkulasi alternatif untuk berfungsi daerah miokardium yang tidak mendapatkan aliran darah akibat lesi obstuktif pada jalur koroner yang normal.

Vena-vena jantung

Distribusi vena koronaria pararel dengan distribusi arterianya. Sistim vena jantung mempunyai 3 bagian yaitu vena thelesia yang merupakan sistem yang terkecil, menyalurkan sebagian darah dari miokardium atrium kanan dan ventrikel kanan, vena kardiak anterior yang mempunyai fungsi mengosongkan sebagian besar isi jaringan vena ventrikel kanan langsung ke atrium kanan, sinus koronarius dan cabangnya merupakan sistimvena yang paling besar dan paling penting berfungsi menyalurkan pengembalian darah jaringan vena miokardial ke dalam atrium kanan melalui ostium sinus koronaria disamping muara vena kava inferior.

Download Artikel Fisiologi Aliran Darah Jantung

ASKEP 1 Download


Akbarpost/Status gizi ibu sebelum dan selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan janin yang sedang dikandung. Bila status gizi ibu normal pada masa sebelum dan selama hamil kemungkinan besar akan melahirkan bayi yang sehat, cukup bulan dengan berat badan normal. Dengan kata lain kualitas bayi yang dilahirkan sangat tergantung pada keadaan gizi ibu sebelum dan selama hamil.

Salah satu cara untuk menilai kualitas bayi adalah dengan mengukur berat bayi pada saat lahir. masih banyak ibu hamil yang mengalami masalah gizi khususnya gizi kurang seperti Kurang Energi Kronis (KEK) dan Anemia gizi Ibu hamil yang menderita KEK dan Anemia mempunyai resiko kesakitan yang lebih besar terutama pada trimester III kehamilan dibandingkan dengan ibu hamil normal.

Akibatnya mereka mempunyai resiko yang lebih besar untuk melahirkan bayi dengan BBLR, kematian saat persalinan, pendarahan, pasca persalinan yang sulit karena lemah dan mudah mengalami gangguan kesehatan (DepkeS RI, 1996). Bayi yang dilahirkan dengan BBLR umumnya kurang mampu meredam tekanan lingkungan yang baru, sehingga dapat berakibat pada terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan, bahkan dapat mengganggu kelangsungan hidupnya.

Kehamilan menyebabkan meningkatnya metabolisme energi, karena itu kebutuhan energi dan zat gizi lainnya meningkat selama kehamilan. Peningkatan energi dan zat gizi tersebut diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin, pertambahan besarnya organ kandungan, perubahan komposisi dan metabolisme tubuh ibu. Sehingga kekurangan zat gizi tertentu yang diperlukan saat hamil dapat menyebabkan janin tumbuh tidak sempurna.

Kebutuhan energi untuk kehamilan yang normal perlu tambahan kira-kira 80.000 kalori selama masa kurang lebih 280 hari. Hal ini berarti perlu tambahan ekstra sebanyak kurang lebih 300 kalori setiap hari selama hamil (Nasution, 1988). Kebutuhan energi pada trimester I meningkat secara minimal. Kemudian sepanjang trimester II dan III kebutuhan energi terus meningkat sampai akhir kehamilan. Energi tambahan selama trimester II diperlukan untuk pemekaran jaringan ibu seperti penambahan volume darah, pertumbuhan uterus, dan payudara, serta penumpukan lemak. Selama trimester III energi tambahan digunakan untuk pertumbuhan janin dan plasenta.

Sama halnya dengan energi, kebutuhan wanita hamil akan protein juga meningkat, bahkan mencapai 68 % dari sebelum hamil. Jumlah protein yang harus tersedia sampai akhir kehamilan diperkirakan sebanyak 925 g yang tertimbun dalam jaringan ibu, plasenta, serta janin. Bahan pangan yang dijadikan sumber protein sebaiknya (2/3 bagian) pangan yang bernilai biologi tinggi, seperti daging tak berlemak, ikan, telur, susu dan hasil olahannya. Protein yang berasal dari tumbuhan (nilai biologinya rendah) cukup 1/3 bagian.

Kenaikan volume darah selama kehamilan akan meningkatkan kebutuhan Fe atau Zat Besi. Jumlah Fe pada bayi baru lahir kira-kira 300 mg dan jumlah yang diperlukan ibu untuk mencegah anemia akibat meningkatnya volume darah adalah 500 mg. Selama kehamilan seorang ibu hamil menyimpan zat besi kurang lebih 1.000 mg termasuk untuk keperluan janin, plasenta dan hemoglobin ibu sendiri. Berdasarkan Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi Tahun 1998, seorang ibu hamil perlu tambahan zat gizi rata-rata 20 mg perhari. Sedangkan kebutuhan sebelum hamil atau pada kondisi normal rata-rata 26 mg per hari (umur 20 – 45 tahun).

Bila ibu mengalami kekurangan gizi selama hamil akan menimbulkan masalah, baik pada ibu maupun janin, seperti diuraikan berikut ini.Gizi kurang pada ibu hamil dapat menyebabkan resiko dan komplikasi pada ibu antara lain: anemia, pendarahan, berat badan ibu tidak bertambah secara normal, dan terkena penyakit infeksi.

Pengaruh gizi kurang terhadap proses persalinan dapat mengakibatkan persalinan sulit dan lama, persalinan sebelum waktunya (premature), pendarahan setelah persalinan, serta persalinan dengan operasi cenderung meningkat.
Kekurangan gizi pada ibu hamil dapat mempengaruhi proses pertumbuhan janin dan dapat menimbulkan kegururan , abortus, bayi lahir mati, kematian neonatal, cacat bawaan, anemia pada bayi, asfiksia intra partum (mati dalam kandungan), lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR).

Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengetahui status gizi ibu hamil antara lain memantau pertambahan berat badan selama hamil, mengukur Lingkar Lengan Atas (LILA), dan mengukur kadar Hb. Pertambahan berat badan selama hamil sekitar 10 – 12 kg, dimana pada trimester I pertambahan kurang dari 1 kg, trimester II sekitar 3 kg, dan trimester III sekitar 6 kg. Pertambahan berat badan ini juga sekaligus bertujuan memantau pertumbuhan janin. Pengukuran LILA dimaksudkan untuk mengetahui apakah seseorang menderita Kurang Energi Kronis (KEK), sedangkan pengukuran kadar Hb untuk mengetahui kondisi ibu apakah menderita anemai gizi.

Ibu dengan kondisi kurang gizi kronis pada masa hamil sering melahirkan bayi BBLR, vitalitas yang rendah dan kematian yang tinggi, terlebih lagi bila ibu menderita anemia.Anemia dapat didefinisikan sebagai kondisi dengan kadar Hb berada di bawah normal. Besi, Anemia defisiensi besi merupakan salah satu gangguan yang paling sering terjadi selama kehamilan. normal. Selanjutnya mereka akan menjadi anemia pada saat kadar hemoglobin ibu turun sampai di bawah 11 gr/dl selama trimester III.

Kekurangan zat besi dapat menimbulkan gangguan atau hambatan pada pertumbuhan janin baik sel tubuh maupun sel otak. Anemia gizi dapat mengakibatkan kematian janin didalam kandungan, abortus, cacat bawaan, BBLR, anemia pada bayi yang dilahirkan, hal ini menyebabkan morbiditas dan mortalitas ibu dan kematian perinatal secara bermakna lebih tinggi.Hasil penelitian Jumirah, dkk. (1999) menunujukkan bahwa ada hubungan kadar Hb ibu hamil dengan berat bayi lahir, dimana semakin tinggi kadar Hb ibu semakin tinggi berat badan bayi yang dilahirkan.

Ibu hamil merupakan kelompok yang cukup rawan gizi. Kekurangan gizi pada ibu hamil mempunyai dampak yang cukup besar terhadap proses pertumbuhan janin dan anak yang akan dilahirkan. Bila ibu hamil mengalami kurang gizi maka akibat yang akan ditimbulkan antara lain: keguguran, bayi lahir mati, kematian neonatal, cacat bawaan, anemia pada bayi, dan bayi lahir dengan BBLR.

Untuk memperkecil resiko BBLR diperlukan upaya mempertahankan kondisi gizi yang baiik pada ibu hamil. Upaya yang dilakukan berupa pengaturan konsumsi makanan, pemantauan pertambahan berat badan, pemeriksaan kadar Hb, dan pengukuran LILA sebelum atau saat hamil.Berbagai kajian ilmiah menunjukkan bahwa penderita gizi buruk juga menderita kekurangan zat besi yang berdampak negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak.

Jenis dan besaran masalah gizi di Indonesia 2001 hingga 2003 menunjukkan 2 juta ibu hamil menderita anemia gizi, 350 ribu berat bayi lahir rendah setiap tahun, 5 juta balita gizi kurang, 8,1 juta anak dan 3,5 juta remaja dan wanita usia subur menderita anemia gizi besi, 11 juta anak pendek, dan 30 juta kelompok usia produktif kurang energi kronis. "Maksudnya, ibu yang mengandung sangat memerlukan mineral, protein, dan juga asam folat. Balita juga memiliki masa tumbuh yang besar, termasuk tumbuh kembang otaknya juga sangat membutuhkan asupan tersebut.

Apabila pada masa kehamilan seorang ibu dan balita kekurangan mineral, protein, dan asam folat, seorang anak akan memiliki risiko mendapatkan kerusakan otak permanen. Jika terjadi kerusakan otak permanen, akan berakibat buruk pada proses perkembangan otaknya.Saat memasuki sekolah, anak memiliki kecerdasan kurang.Pertumbuhan otak yang cepat adalah mulai janin dalam kandungan hingga usia 2 tahun. Pada masa itu yang disebut juga dengan masa keemasan memiliki masa pertumbuhan sel-sel otaknya mencapai 80%. Sisanya yang 20% baru setelah usia 2 tahun. Oleh karena itu, ibu-ibu yang melahirkan sangat dianjurkan menyusui anaknya.

''Pengalaman selama ini menunjukkan bahwa dengan kerja sama yang baik antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mengembangkan kegiatan penanggulangan anemia gizi yang berkelanjutan. Bentuk-bentuk kemitraan yang terjadi di beberapa daerah seperti DKI Jakarta dan Jawa Timur layak dipelajari untuk dijadikan contoh dalam pengembangan program masa mendatang,'' katanya. (Deri Dahuri/X-10).

Jakarta (Media): Penelitian membuktikan ada keterkaitan antara tubuh pendek dan tingkat kecerdasan. Bila sejak awal sudah tidak ada keseimbangan berat dan tinggi badan, maka akan berpengaruh pada pembentukan otak. Karena itu, kebutuhan gizi bayi sejak janin sampai usia lima tahun harus terpenuhi secara baik., anak yang perkembangannya sangat lambat disebabkan oleh pembentukan otak maupun tubuhnya tidak baik akibat gizinya buruk. Namun begitu, sampai usia 18 tahun asupan gizi masih penting untuk pertumbuhan fisik anak.

Menkes mengutip pula sejumlah studi di Filipina, Jamaika, dan negara lainnya yang membuktikan, adanya hubungan yang sangat bermakna antara tinggi badan dan kemampuan belajar.Bahkan, ujarnya, dihasilkan bahwa pemberian makanan tambahan pada anak bertubuh pendek berusia 9-24 bulan akan mampu meningkatkan kemampuan belajar anak ketika berusia 7-8 tahun.

Download Artikel Pengaruh Gizi Ibu Hamil Terhadap Perkembangan Anak

ASKEP 1 Download

Akbarpost/Sejarah program kesehatan ditingkat yang paling bawah (grassroot) diawali dengan berdirinya pos penimbangan untuk balita di daerah pedesaaan. Disamping pos penimbangan , pos pelayan kesehatan lainnya yang telah ada dipedesaan adalah pos KB Desa , pos kersehatan dan pos vaksinasi.Pos-pos ini pada dasarnya dikelola dan dikendalikan oleh masyarakat memakai tenaga sukarela yang dibantu oleh puskesmas .

Karena pos-pos ini mempunyai kelompok sasaran yang sama yaitu : Ibu hamil, anak balita dan bayi-bayi , maka diputuskan untuk mengintegrasikannya. Kegiatannya dilakukan secara simultan pada tempat dan waktu yang sama. Keterpaduan daripada pos pelayanan kesehatan ini dikenal sebagai posyandu.

Pimpinan kader posyandu adalah seorang yang karena kecakapannya atau kemampuannya diangfkat, dipilih dan atau ditunjuk utnuk memimpin pengembangan Posyandu disuatu tempat atau desa. Sedangkan yang dimaksud dengan kep[emkimpinan dalam posyandu adalah suatu hubungan timbal balik dan kerja sama antar pimpinan kader dengan para anggota kader dan masyarakat, dalam pengembangan posyandu.

Tugas pimpinan kader mencakup 3 hal pokok, yaitu :
a. Tugas pengelolaan (manejemen)
b. Tugas pembinaan
c. Tugas penyuluhan

Tugas pengelolaan :
Pimpinan kader adalah seorang pengelola atau manejer Posyandu, oleh kerana itu ia harus dapat melakukan hal-hal :
1. Merencanakan kegiatan pelayanan Posyandu yang diupimpinannya (aspek perencanaan.
2. Bersama-sama dengan anggota kader yang lain melaksanakan kegiatan pelayanan Posyandu (aspek pelaksanaan)
3. Melakukan evaluasi atau penilaian kegiatan pelayanan Posyandu (aspek penilaian).

Aspek perencanaan :
Bersama-sama dengan para anggota kader yang lain, dengan bantuan pengarahan dari puskesmas , LKMD setempat, pimpinan kader merencanakan atau membuat rencana kerja pelayanan Posyandu diwilayahnya. Rencana kegiatan ini sebaiknya dibuat setiap tahun dan berisi rencana kegiatan selama satu tahun mendatang. Adanbya rencana kerja ini sekaligus akan memberikan gambaran tentang penilian keberhasilan kegiatan tersebut.

Aspek pelaksanaan kagiatan:
Pimpinan yang baik adalah : Iung ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun karso, Tut Wuri Handayani ini berarti seorang pimpiunan itu harus menjadi teladan di depan, di tengah masyarakat memberi semangat dan di belakang memberi pengaruh atau dorongan.
Dalam kepemimpinan Posyandu asas ini juga berlaku. Dalam pelaksanaan kegiatan posyandu, pimpinan kader bukanlah hanya duduk tetapi bersama-sama dengan para kader yang lain ikut dalam proses pelaksanaan kegiatan. Demikianj pula dalam kegiatan lapangan , pimpinan kader tidak hanya sebagai penonton tetapi juga ikut mengerjakan sesuatu atau paling tidak memberikan contoh atau petunjuk anggota kader yang lain.

Aspek evaluasi :
Evaluasi atau penilaian adalah kegiatan untuk membandingkan hasil yang telah dicapai dengan hasil yang diharapkan dari kegiatan pelayanan Posyandu .
Tujuanh dari Evaluasi adalah :
a. Untuk mengetahui sekurang-kurangnya , hambatan-hambatan dan kemajuan-kemajuan yang telah dicapai dalam pelaksanaan kegiatan posyandu.
b. Untuk melihat sampai sejauh mana kegiatan posyandu tersebut berhasil meingkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Oleh sebab itu evaluasi dalam posyandu ditujukan kepada :
• Proses pengelolaan Posyandu , dinilai dari :
- Keteraturan pelaksanaan kegiatan Posyandu
- Pencatatan dan pelaporan yang teratur
- Suasana kerja yang menyenangkan
- Pembagian kerja yang jelas
• Hasil dari kegiatan posyandu
Dapat dibedakan menjadi 2, yaitu :
Hasil langsung (hasil segera), misalnnya :
- Meningkatkan jumlah kunjungan pada posyandu
- Pengisian KMS secara benar dan lengkap
- Pencatatan dan pelaporan keseluruhan kegiatan posyandu secara benar dan lengkap.
• Hasil tidak langsung (jangka panjang), misalnya :
- meningkatnya keadaan gizi anak balita
- Meningkatnya keadaan kesehatan masyarakat pada umumnya

Tugas Pembinaan :
Pimpinan kader juga mampunyai tugas untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan para anggota kader yang lain. Untuk itu maka pimpinan kader juga harus membina p[ara anggotanya secara teratur. Kegiatan pembinaan anggota oleh pimpinan kader dapat dilakukan melalui :

1. Bimbingan dalam pelaksanaan kegiatan rutin Posyandu. Disini pimpinan kader dapat secara langsung memberi petunjuk untuk pelaksanaan kegiatan Posyandu kepada anggota kader , memberikan penghargaan atas pelaksanaan yang baik dan memberikan petunjuk jika ada yang masih kurang baik.

2. Pertemuan/rapat berkala untuk membicarakan pelaksanaan kegiatan rutin , masalah yang dihadapi dan upaya mengatasi masalah tersebut. Dalam pertemuan semacam ini , pimpinan kader dap[at menggali saran pemecahan masalah dari para angggotanya dan kemudaian bersama anggota yang lain membahasnya bersama. Menjadi pimpinan kader tidak berarti bahwa semua pemecahan masalah harus dating dari pimpinan kader . Anggota kader juga perlu diberi kesempatan untuk menyampaikan gagasan.

3. Secara berkala membuat rotasi/penggiliran diantara para anggota kader untuk menjadi koordinator bagi pelaksanaan kegiatan posyandu. Dengan cara ini maka setiap anggota mendapat kesempatan untuk belajar sehingga akan meningkatkan ketrampilan dan semakin banyak kader yang trampil ini akan bermanfaat untuk kegiatan posyandu.

4. Peningkatan kesejahteraan anggota kader antara lain melalui arisan bulanan dll.

Aspek penyuluhan:
Tugas penyuluihan bukanlah semata-mata tugas dari para anggota kader tetapi pimpinan kader juga mempunyai tanggung jawab dan tugas sebagai penyuluh meskiupun tugas pengelolaanlah yang paling besar .
Sebagai penyuluh kesehatan , khususnya di dalam posyandu pimpinan kader harus menguasai materi posyandu dengan sendirinya seorang penyuluh harus menguasai teknik /cara dan metode penyuluhan.

Pimpinan kader sebagai komonikator :
Keberhasilan seorang pimpinan kader dalam membina posyandu di daerahnya sangat tergantung pada komonikasi pimpinan kader tersebut

Akbarpost/Aborsi merupakan masalah kesehatan masyarakat karena memberikan dampak pada kesakitan dan kematian ibu. Sebagaimana diketahui penyebab utama kematian ibu hamil dan melahirkan adalah perdarahan, infeksi dan eklamsia. Namun sebenarnya aborsi juga merupakan penyebab kematian ibu, hanya saja muncul dalam bentuk komplikasi perdarahan dan sepsis. Akan tetapi, kematian ibu yang disebabkan komplikai aborsi sering tidak muncul dalam laporan kematian, tetapi dilaporkan sebagai perdarahan atau sepsis.

Hal ini terjadi karena hingga saat ini aborsi masih merupakan masalah kontroversial dimasyarakat. Disatu pihak aborsi dianggap ilegal dan dilarang oleh agama seehingga masyarakat cenderung menyembunyikan kejadian aborsi, dan dilain pihak aborsi terjadi dimasyarakat. Ini terbukti dari berita yang tertulis disurat kabar tentang aborsi dimasyarakat, selain dengan mudahnya didapatkan jamu dan obat-obatan peluntur serta dukun pijat untuk mereka yang terlambat datang bulan.

Tidak ada data yang pasti tentang besarnya dampak aborsi terhadap kesehatan ibu, dan WHO memperkirakan 10 – 50 % kematian ibu disebabkan oleh aborsi tergantung kondisi masing-masing negara. Diperkirakan diseluruh dunia setiap tahun dilakukan 20 juta aborsi tidak aman, 70 ribu wanita meninggal akibat aborsi tidak aman dan 1 dari 8 kematian ibu disebabkan oleh aborsi tidak aman.

Diwilayah asia tenggara, WHO memperkirakan 4,2 juta aborsi dilakukan setiap tahunnya, diantaranya 750 ribu – 1,5 juta terjadi di Indonesia. Resiko kematian akibat aborsi tidak aman diwilayah asia diperkirakan antara 1 dari 250 negara maju, hanya 1 dari 3700 angka tersebut memberikan gambaran bahwa masalah aborsi di Indonesia masih sangat besar.

Padahal Konferensi Internasional kependudukan dan Pembangunan di Kairo tahum 1994 dan Konferensi Wanita di Beijing tahun 1995 menyepakati bahwa ekses pada pelayanan aborsi yang aman merupakan hak perempuan untuk hidup, hak perempuan untuk menerima standar pelayanan kesehatan yang tertinggi dan hak untuk memanfaatkan kemajuan teknologi kesehatan dan informasi.

Dengan demikian, diperlukan perlindungan hukum dalam menyelenggarakan pelayanan aborsi yang aman untuk menjamin hak perempuan dalam menentukan fungsi reproduksi dan peran reproduksi tubuhnya sendiri. Penelitian menunjukkan bahwadilegalkannya aborsi aman disebuah negara justru berperan dalam menurunkan angka kejadian aborsii itu sendiri, mungkin salah satunya karena efektifitas konseling paska aborsi yang mewajibkan pemakaian kontrasepsi bagi mereka yang masih aktif seksual namun tidak ingin mempunyai anak untuk jangka waktu tertentu. Selain itu juga ditunjang oleh efektivitas alat kontrasepsi itu sendiri yang hampir mencapai 100% sehingga mengurangi angka kehamilan tidak diinginkan yang berakhir pada tindakan aborsi.

Held dan Adriaansz sebagaimana dikutip dari Wijono mengemukakan hasil metaanalisis tentang kelompok resiko tinggi terhadap kehamilan yang tidak direncanakan dan aborsi tidak aman berdasarkan persentasenya yaitu :
1) Kelompok unmet need dan kegagalan kontrasepsi 48%
2) Kelompok remaja 27%
3) Kelompok praktisi seks komersial
4) Kelompok korban perkosaan, incest dan perbudakan seksual 9%.

Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwaternyata kelompok unmet need dan gagal KB merupakan kelompok terbesar yang mengalami kehamilan tidak direncanakan sehingga konsekuen kontrasepsi merupakan salah satu syarat mutlak untuk dapat mengurangi kejadian aborsi, terutama aborsi berulang dan selain faktor lainnya.

Konseling kontrasepsi bertujuan untuk membantu klien memilih salah satu kontrasepsi yang sesuai bagi mereka dalam kaitannya dengan resiko fungsi reproduksi dan peningkatan kualitas kesehatan. Pada intinya, konseling ini akan memberikan informasi bagi klien tentang :
1) Kemungkinan menjadi hamil sebelum datangnya menstruasi berikuk.
2) Adanya berbagai metode kontrasepsi yang aman dan efektif untuk mencegah atau menunda kehamilan.
3) Aimana dan bagaimana mereka mendapatkan pelayanan dan alat kontrasepsi.

Konseling merupakan proses penting dalam pelayanan alat kontrasepsi kerena :
• Pemilihan metode kontrasepsi ditentukan setelah melalui serangkaianpemberian informasi dan memperhatikan berbagai aspek reproduktif.
• Penentuan pilihan harus mempertimbangkan aspek kesehatan dan keinginan klien.
• Pilihan metode kontrasepsi berdasarkan keamanan dan efektivitas.
• Penerimaan makin baik dengan semakin dipahaminya kerja alat tersebut.
• Kepuasan klien menjamin kesinambungan penggunaan alat kontrasepsi .
Konseling kontrasepsi sesudah aborsi merupakan syarat mutlak agar dapat mencegah kehamilan yang tidak diinginkan yang pada akhirnya mencegah aborsi. Tujuan dari konseling kontrasepsi sesudah aborsi adalah :
• Membantu pasien untuk memahami faktor –faktor yang berkaitan dengan terjadinya kehamilan yang tidak dikehendaki.
• Membantu pasien dan keluarganya untuk menentukan alat kontrasepsi
• Membantu memilihkan salah satu metode yang sesuai dengan keinginan pasien, apabila mereka membutuhkannya.
• Membatu pasien menggunakan alat kontrasepsi secara efektif.

Aborsi Dari Sudut Pandang Masyarakat
Dari masyarakat dapat diharapkan ia akan melindungi kehidupan. Masyarakat – lebih kongkret lagi negara – bertugas untuk mencipatakan keadaan yang aman dan sehat, sehingga para warganya tidak terancam akan dibunuh atau dilukai dan dapat menikmati kesehatan yang optimal. Tugas melindungi kehidupan itu mencakup juga kehidupan yang belum lahir. Dalam rangka tugas ini pulah undang-undang anti aborsi dapat dibenarkan walaupun secara historis undang-undang anti aborsi yang dikenal sekarang tidak selalu berasal dari motivasi melindungi kehidupan begitu saja, tetapi seringkali mempunyai motivasi yang luas.

Walaupun seringkali dipakai bahasa lebih halus (determinasi kehamilan, umpamanya) tidak dapat disangkal bahwa aborsi pada dasarnya adalah memusnahkan kehidupan manusiawi yang baru. Karena itu pantaslah masyarakat yang peduli dengan kehidupan, melarang tindakan aborsi menurut hukum. Tetapi melarang aborsi secara mutlak tidak memecahkan masalah, karena sebenarnya masyarakat membutuhkan aborsi. Menolak aborsi seringkali merupakan suatu sisi dari suatu situasi yang dilemaatis. Artinya, ada sisi lain juga terdapat alasan-alasan yang kuat untuk mempertimbangkan aaborsi.

Jika aborsi merupakan masalah yang begitu kompleks seperti yang kita lihat dalam analisis hingga sekarang, keputusan untuk menggugurkan kandungan menjadi sesuatu yang amat rumit. Siapa yang berhak mengambil keputusan itu ? Jawabannya tidak diragukan, tentu pada wanita hamil yang bersangkutan. Tetapi dalam mengambil keputusan itu perempuan tidak boleh bertindan sendiri, karena hal ini mempunyai banyak aspek yang perlu dipertimbangkan sehingga ia perlu didampingi. Kalau keputusan moral yang diambil oleh wanita bersangkutan maka perlu dibedakan antara keputusan moral dan kebijaksanaan umum, sebab negara yang melegalisasi aborsi tidak dengan sendirinya membenarkan aborsi secara moral untuk seterusnya.

Disatu pihak legalisasi aborsi mempunyai batas-batas dan syarat-syarat yang ketat, karena negara sedapat mungkin harus melindungi kehidupan. Dalam konteks permasalahan kita yang penting adalah bagaimana legalisasi aborsi tersebut tidak lari dari kewajiban melindungi kehidupan manusiawi. Pada taraf kehidupan individual aborsi merupakan the lesser evil dari kemungkinan yang buruk, sehingga dalam aspek apapun aborsi masih harus dipertimbangkan karena masih akan mengacu pada kerangka yang lebih umum yaitu supremasi hukum.

Aborsi Dari Sudut Pandang Agama
Ada berbagai pendapat ulama Islam mengenai masalah aborsi ini, Sebagian berpendapat bahwa aborsi yang dilakukan sebelum 120 hari hukumannya haram dan sebagian lagi berpendapat boleh. Batasan 120 hari dipakai sebagai tolak ukur boleh tidaknya aborsi dilakukan mengingat sebelum 120 hari janin belum ditiupkan rohnya yang berarti belum bernyawa. Dari ulama yang berpendapat boleh beralasan jika setelah didiagnosis oleh dokter ahli kebidanan dan kandungan ternyata apabila kehamilan diteruskan maka akan membahayakan keselamatan ibu, dan aborsi diperbolehkan.

Dengan demikian apabila dari sudut pandang agama saja aborsi diperbolehkan dengan alasan kuat seperti indikasi medis, maka suadah sepatutnyalah apabila landasan hukum aborsi diperkuat sehingga tidak ada keraguan dan kecemasan pada tenaga kesehatan yang berkompeten melakukannya.

Aborsi Dari Sudut Pandang Hukum
Menurut sumapraja dalam simposium masalah aborsi di Indonesia yang dii adakan di jakarta pada tanggal 1 April 2000 menyatakan adanya terjadsinya kontradiksi dari isi undang-undang No 23/1992 pasal 15 ayat 1 sebagai berikut.”dalam keadaan darurat sebagai upaya menyelamatkan jiwa ibu hamil dan atau janinnya dapat dilakukan tindakan medis tertentu”.

Hal yang dapat dijelaskan dari isi undang-undang tersebut adalah kalimat untuk menyelamatkan jiwa ibu hamil dan atau janinnya merupakan pernyataan cacat hukum karena kalimat tersebut sepertinya menjelaskan bahwa pengguguran kandungan diartikan sebagai upaya menyelamatkan jiwa ibu dan atau janinnya. Padahal, pengguguran kandungan tidak pernah diartikan sebagai upaya untuk menyelamatkan janin, malah sebaliknya.

Penjelasan pasal 15 tiundakan medis dalam bentuk pengguguran kandungan dengan alasan apapun dilarang karena bertentangan dengan hukum, norma agama, norma kesusilaan dan norma kesopanan.namun dalam kaedaan darurat sebagai upya menyelamatkan ibu dan atau janin yang di kandungnya dapat diambil tindakan medis tertentu. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa dasar hukum tindakan aborsi yang cacat hukum dan tidak jelas itu menjadikan tenaga kesehatan yang memberikan pellayanan aborsi rentang dimata hukum.

Dampak Dari Aborsi
Melakukan aborsi apapun alasannya mengandung suatu persoalan yang mengancam kesehatan dan keselamatan seorang ibu. Aborsi dapat menimbulkan resiko terhadap keselamatan secara fisik dan dapat menimbulkan resiko gangguan psikologis. Menurut Reardon 1990 komplikasi fisik karena aborsi kemungkinan terjadi lebih dari seperlima. Komplikasi yang terjadi dapat berupa komplikasi minor, seperti infeksi ringan, perdarahan, demam, nyeri perut kronis, gangguan saluran pencernaan, muntah dan sensipisasi rhesus. Sedangkan komplikasi mayor dapat berupa infeksi, perdarahan kelebihan, embvolisme, robekan atau perforasi rahim, komplikasi anestesi, kejang, cedera servikal dan syok endotoksik. Tindakan melegalkan aborsi diyakini bukan merupakan solusi yang baik dalam menanggulangi meningkatnya angka kematian ibu, sebab akibat dari aborsi itu sendiri amatlah merugikan menurut sudut pandang keamanan dan keselaman bagi seorang ibu.

Berdasarkan telaah Reardon terhadap beberapa hasil penelitian ditemukan bahwa tindakan aborsi juga dapat menyebabkan laserasi dan kerusakan pada serviks (mulut rahim). Kerusakan servik karena aborsi ini dapat meningkatkan resiko keguguran, kahiran prematur, dan komplikasi persalinan pada kehamilan akhir mencapai 300-500%. Resiko reproduksi karena aborsi ini trejadi secara akut khususnya pada wanita yang melakukan aborsi pada trimester pertama.

Morbiditas laten aborsi seperti lahir prematur, komplikasi persalinan, dan perkembangan plasenta abnormal dapat mengarahkan kepada terjadinya kecacatan pada bayi baru lahir setiap tahunnya. Lebih berat lagi menurut Reardon pada wanita yang telah melakukan aborsi 58% resiko meninggal pada kehamilan terakhirnya. Selain dampak resiko secara fisik, wanita yang malakukan aborsi juga akan mengalami resiko psikologis seperti adanya konflik dalam mengambil keputusan sehingga kesulitan membuat keputusan, bersikap mendua dan ragu-ragu dalam membuat ketusan memilih aborsi, merasa ditekan atau dipaksa, merasa tidak kuasa memutuskan dan sebagainya. Oleh karena itu WHO pada tahun 1970 menyebutkan bahwa wanita yang melakukan aborsi legal cenderung akan mengalami resiko tinggi gangguan kejiwaan paska aborsi.

Download Artikel Tentang Aborsi

ASKEP 1 Download

Akbarpost/Menikah adalah suatu momen yang sangat istimewa yang terjadi pada diri manusia. Dengan menikah sesuatu yang dulu dilarangpun akhirnya bisa bernilai ibadah, oleh karenanya menikah sangat dinanti oleh para muda-mudi yang telah baligh. Hukum menikah dalam Islampun kondisiental artinya hukum yang berlaku sesuai dengan keadaan seseorang. Pernikahan akan menjadi sunah apabila seorang pria telah dewasa dan mampu memberi nafkah lahir batin, menjadi wajib manakala jika tidak segera menikah akan mudah terjadi zinah, , bahkan hukum menikah bisa menjadi haram mana kala tujuannya untuk menyakiti.

Menikah bukanlah perkara sepele, karena dalam pernikahan akan ada tanggung jawab besar setelahnya, ketika ijab qabul pernikahan telah diselenggarakan sesuai syarat dan rukunnya, maka saat itulah seorang laki-laki telah mengambil alih tanggung jawab besar seorang anak perempuan dari ayahnya.

Bicara soal pernikahan, tentunya hal itu menjadi harapan bagi setiap pasangan kekasih yang ingin melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih serius. Namun tak hanya itu, sebenarnya menikah juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Berikut ini di antaranya:

Mengurangi risiko serangan jantung

Serangan jantung terjadi ketika jantung kehilangan oksigen karena adanya sumbatan mendadak pada arteri yang seharusnya memberikan suplai darah untuk jantung. Menurut penelitian yang dipublikasikan di the European Journal of Preventive Cardiology, menikah dapat menurunkan risiko serangan jantung pada pria maupun wanita hingga 65 persen.

Penelitian yang dilakukan di Finlandia pada tahun 2013 tersebut menyimpulkan bahwa orang yang menikah memiliki kondisi finansial lebih baik, kehidupan yang lebih sehat serta dukungan sosial yang baik. Oleh karena itulah, risiko serangan jantung pun bisa berkurang.

Meminimalkan risiko stroke

Stroke merupakan suatu kegawatdaruratan medis yang harus segera dikenali dan ditangani. Kondisi ini dapat disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah di otak (stroke iskemik) atau bisa juga karena disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di otak (stroke hemorrhagik). Berdasarkan data dari the American Stroke Association, pria yang sudah menikah mengalami penurunan risiko terkena stroke hingga 64 persen dibandingkan pria lajang.

Namun, menurut riset yang dilakukan Tel Aviv University di Israel, risiko pria menikah untuk terkena stroke justru bisa meningkat jika pernikahannya tidak bahagia.

Tingkat stres berkurang

Pada studi yang dilakukan oleh the University of Chicago, Amerika Serikat, dilaporkan bahwa orang yang memiliki komitmen jangka panjang (pernikahan) dapat berkurang tingkat stresnya. Hal ini diduga karena ketika menikah dan seseorang mengalami stres atau beban tertentu, ia telah memiliki tempat berbagi atau berkeluh kesah. Selain itu ketika sudah menikah dan mengalami stres, Anda telah memiliki pendamping hidup yang akan siap memberi semangat dan dukungan di manapun dan kapan pun.

Menurunkan risiko penyakit mental

Studi yang dipublikasikan di Proceedings of The National Academy of Sciences of the United States of America pada tahun 2013 melaporkan bahwa orang yang sering mendapatkan pelukan atau kasih sayang dari pasangannya akan berkurang risikonya mengalami gangguan kesehatan mental.

Gangguan tersebut bisa berupa gangguan cemas dan paranoid. Selain itu pada studi lain yang juga dilakukan di Amerika Serikat disebutkan bahwa risiko seseorang mengalami depresi juga akan berkurang hingga 50 persen bila telah menikah, dibandingkan mereka yang belum pernah menikah sama sekali atau bercerai.

Membuat Anda panjang umur

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh the Duke University Medical Centre di Amerika Serikat, dikatakan bahwa pasangan yang menikah tingkat harapan hidupnya lebih tinggi dibandingkan mereka yang masih lajang. Bahkan para lajang atau yang tidak pernah menikah sama sekali disebutkan berisiko 2 kali lebih tinggi mengalami kematian dini dibandingkan mereka yang menikah dan memiliki pernikahan yang stabil dan bahagia.

Sebuah pernikahan memang selalu menjadi peristiwa yang diidamkan setiap pasangan kekasih. Menurut sejumlah penelitian di atas, menikah ternyata memang memiliki manfaat bagi kesehatan. Meski demikian, bagi Anda yang saat ini masih bahagia dengan hidup melajang, tidak perlu panik. Jalankan pola hidup sehat dengan makanan bergizi, olahraga teratur, jauhi rokok dan alkohol, cukup tidur, serta kelola stres dengan baik, maka hidup sehat pun tetap bisa Anda wujudkan.

Sumber : Klikdokter

Akbarpost/Inti konsep Florence Nightingale, pasien dipandang dalam kontek lingkungan secara keseluruhan, terdiri dari lingkungan fisik, lingkungan psikologis dan lingkungan sosial.

Lingkungan fisik (physical enviroment)
Merupakan lingkungan dasar/alami yan gberhubungan dengan ventilasi dan udara. Faktor tersebut mempunyai efek terhadap lingkungan fisik yang bersih yang selalu akan mempengaruhi pasien dimanapun dia berada didalam ruangan harus bebas dari debu, asap, bau-bauan.

Tempat tidur pasien harus bersih, ruangan hangat, udara bersih, tidak lembab, bebas dari bau-bauan. Lingkungan dibuat sedemikian rupa sehingga memudahkan perawatan baik bagi orang lain maupun dirinya sendiri. Luas, tinggi penempatan tempat tidur harus memberikan memberikan keleluasaan pasien untuk beraktifitas. Tempat tidur harus mendapatkan penerangan yang cukup, jauh dari kebisingan dan bau limbah. Posiis pasien ditempat tidur harus diatur sedemikian rupa supaya mendapat ventilasi.

Lingkungan psikologi (psychologi enviroment)
F. Nightingale melihat bahwa kondisi lingkungan yang negatif dapat menyebabkan stress fsiik dan berpengaruh buruk terhadap emosi pasien. Oleh karena itu ditekankan kepada pasien menjaga rangsangan fisiknya. Mendapatkan sinar matahari, makanan yang menarik dan aktivitas manual dapat merangsanag semua faktor untuk membantu pasien dalam mempertahankan emosinya.

Komunikasi dengan p[asien dipandang dalam suatu konteks lingkungan secara menyeluruh, komunikasi jangan dilakukan secara terburu-buru atau terputus-putus. Komunikasi tentang pasien yang dilakukan dokter dan keluarganya sebaiknya dilakukan dilingkungan pasien dan kurang baik bila dilakukan diluar lingkungan pasien atau jauh dari pendengaran pasien. Tidak boleh memberikan harapan yang terlalu muluk, menasehati yang berlebihan tentang kondisi penyakitnya.
Selain itu membicarkan kondisi-kondisi lingkungna dimana dia berada atau cerita hal-hal yang menyenangkan dan para pengunjung yang baik dapat memberikan rasa nyaman.

Lingkungan sosial (social environment)
Observasi dari lingkungan sosial terutama huhbungan yang spesifik, kumpulan data-data yang spesifik dihubungkan dengan keadaan penyakit, sangat penting untuk pencegahan penyakit. Dengan demikian setiap perawat harus menggunakan kemampuan observasi dalam hubungan dengan kasus-kasus secara spesifik lebih dari sekedar data-data yang ditunjukkan pasien pada umumnya.

Seperti juga hubungan komuniti dengan lingkungan sosial dugaannya selalu dibicarakan dalam hubungna individu paien yaitu lingkungan pasien secara menyeluruh tidak hanya meliputi lingkungan rumah atau lingkungan rumah sakit tetapi juga keseluruhan komunitas yang berpengaruh terhadap lingkungan secara khusus.

Hubungan teori Florence Nightingale dengan beberapa konsep
Hubungan teori Florence Nightingale dengan konsep keperawatan :
Individu / manusia, memiliki kemampuan besar untuk perbaikan kondisinya dalam menghadapi penyakit.
Keperawatan, bertujuan membawa / mengantar individu pada kondisi terbaik untuk dapat melakukan kegiatan melalui upaya dasar untuk mempengaruhi lingkungan.
Sehat / sakit, fokus pada perbaikan untuk sehat.
Masyarakaat / lingkungan, melibatkan kondisi eksternal yang mempengaruhi kehidupan dan perkembangan individu, fokus pada ventilasi, suhuu, bau, suara dan cahaya.

Hubungan teori Florence Nightingale dengan proses keperawatan
Pengkajian / pengumpulan data, data pengkajian Florence N lebih menitik beratkan pada kondisi lingkungan (lingkungan fisik, psikhis dan sosial).
Analisa data, data dikelompokkan berdasarkan lingkungan fisik, sosial dan mental yang berkaitan dengan kondisi klien yang berhubungan dengan lingkungan keseluruhan.
Masalah, difokuskan pada hubungan individu dengan lingkungan misalnya :
-  Kurangnya informasi tentang kebersihan lingkungan
-  Ventilasi
-  Pembuangan sampah
-  Pencemaran lingkungan
-  Komunikasi sosial, dll

Diagnosa keperawatan, berbagai maslah klien yang berhubungan dengan lingkungan antara lain :
- Faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap efektivitas asuhan.
- Penyesuaian terhadap lingkungan.
- Pengaruh stressor lingkungan terhadap efektivitas asuhan.

Inplementasi, upaya dasar merubah / mempengaruhi lingkungan yang memungkinkan terciptanya kondisi lingkungan yang baik yang mempengaruhi kehidupan, perrtumbuhan dan perkembangan individu.

Evaluasi, mengobservasi dampak perubahan lingkungan terhadap kesehatan individu.

Hubungan teori Florencen Nightingale dengan teori-teori lain :

Teori adaptasi
Adaptasi menunjukkan penyesuaian diri terhadap kekuatan yang melawannya. Kekuatan dipandang dalam konteks lingkungan menyeluruh yang ada pada dirinya sendiri. Berrhasil tidaknya respon adapatsi seseorang dapat dilihat dengan tinjauan lingkungan yang dijelaskan Florence N.

Kemampuan diri sendiri yang alami dapat bertindak sebagai pengaruh dari lingkungannya berperanpenting pada setiap individu dalam berespon adaptif atau mal adaptif.

Teori kebutuhan
Menurut Maslow pada dasarnya mengakui pada penekanan teori Florence N, sebagai conoth kebuuthan oksigen dapat dipandang sebagai udara segar, ventilasi dan kebutuhanlingkungan yang aman berhubungan dengan saluran yang baik dan air yang bersih. Teori kebutuhan menekankan bagaimana hubungan kebutuhan yang berhubungan dengan kemampuan manusia dalam mempertahankan hidupnya.

Teori stress
Stress meliputi suatu ancaman atau suatu perubahan dalam lingkungan, yang harus ditangani. Stress dapat positip atau negatip tergantung pada hasil akhir. Stress dapat mendorong individu untuk mengambil tindakan positip dalam mencapai keinginan atau kebutuhan.

Stress juga dapat menyebabkan kelelahan jika stress begitu kuat sehingga individu tidak dapat mengatasi. Florence N, menekankan penempatan pasien dalamlingkungan yang optimum sehingga akan menimumkan efek stressor, misalnya tempat yang gaduh, membangunkan pasien dengan tiba-tiba, ,semuanya itu dipandang sebagai suatu stressor yang negatif. Jumlah dan lamanya stressor juga mempunyai pengaruh kuat pada kemampuan koping individu.

Akbarpost/Menurut Departemen Kesehatan RI ( 1988 ) keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal disuatu tempat dibawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.

Menurut Bailon dan Maglaya ( 1989 ) keluarga adalah dua atau lebih individu yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan dan mereka hidup dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan dalam pasangannya masing-masing menciptakan serta mempertahankan kebudayaan. Sedangkan menurut Friedman ( 1998 ), keluarga adalah kumpulan dua orang atau lebih yang hidup bersama dalam keterikatan aturan dan emosional, dan individu mempunyai peran masing-masing yang merupakan bagian dari keluarga.

Dari ketiga definisi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa keluarga adalah :
• Unit terkecil masyarakat
• Terdiri atas dua orang atau lebih
• Adanya ikatan perkawinan dan pertalian darah
• Hidup dalam satu rumah tangga
• Dibawah asuhan seorang kepala rumah tangga
• Berinteraksi diantara sesama anggota keluarga
• Setiap anggota keluarga mempunyai peran masing-masing
• Menciptakan, mempertahankan suatu kebudayaan

Tipe Keluarga
Secara tradisional keluarga dikelompokan menjadi dua yaitu :
Nuclear Family ( keluarga inti ) adalah keluarga yang hanya terdiri dari ayah, ibu dan anak yang diperoleh dari keturunan atau adopsi atau keduanya.
Extended Family ( keluarga besar ) adalah keluarga inti ditambah anggota keluarga yang lain yang asih mempunyai hubungan darah.

Berdasarkan peran individu dan meningkatnya rasa individualisme, maka keluarga dikelompokan dalam beberapa tipe yaitu :
Dyadic Family ( keluarga bentukan kembali ) adalah keluarga baru yang terbentuk dari pasangan yang telah bercerai atau kehilangan pasangannya.
Single parent family ( orang tua tunggal ) adalah eluarga yang terdiri dari salah satu orang tua dengan anak-anak akibat perceraian.
The unmarried teenage mother ( ibu dengan anak tanpa perkawinan )
The single adult living alone ( orang dewasa baik pria ataupum wanita yang tinggal sendiri tanpa pernah menika ).
The nonmarital heterosexual cohabiting family, adalah keluarga dengan anak tanpa pernikahan sebelumnya.
Gay end lesbian family, adalah keluarga yang dibentuk oleh pasangan yang berjenis kelamin sama.

Struktur Keluarga
Menurut Parad dan Capla ( 1965 ), ada empat elemen struktur keluarga yaitu :
Struktur peran keluarga, menggambarkan peran masing-masing anggota keluarga dalam keluarga sendiri dan perannya dilingkungan masyarakat atau peran formal dan informal.
Nilai atau norma keluarga, menggambaran nilai atau norma yang dipelajari dan diyakini oleh keluarga, khususnya yang berhubungan dengan kesehatan.
Pola komunikasi keluarga, menggambarkan agaimana cara dan pola komunikasi orang tua dengan ana, anak dengan anak dan anggota keluarga lain.
Struktur kekuatan keluarga, mengganbarkan kemampuan anggota keluarga untuk mempengaruhi dan mengendalikan orang lainuntuk mengubah perilaku keluarga yang mendukung kesehatan.

Download Artikel Konsep Dasar Keluarga

ASKEP 1 Download

Akbarpost/Dokumentasi keperawatan merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dalam pelaksanaan asuhan keperawatan. Dokumentasi keperawatan merupakan bukti tertulis dari kegiatan yang telah dilakukan oleh perawat. Dokumentasi keperawatan menggambarkan keadaan perkembangan pasien, mencatat asuhan keperawatan yang telah diberikan, dan mencatat riwayat kesehatan untuk masa yang akan datang.

Pendokumentasian merupakan laporan secara tertulis atau bentuk tetap lainnya yang menyajikan fakta yang otentik dan benar dari suatu kejadian tindakan, pernyataan transaksi atau prosedur. Pelaporan merupakan Pembicaraan atau tulisan informasi di antara staf pemberi perawatan dan mengkonfirmasikan informasi tertentu pada kelompok klien yang berhubungan dengan keperawatan.

Pencatatan adalah bagian yg penting dalam asuhan keperawatan. Pencatatan menjadi media komunikasi yang efektif antar profesi dalam satu tim pelayanan kesehatan. Pencatatan asuhan keperawatan bukan sekedar menuliskan sesuatu dalam lembar pencatatan tetapi sebelum pencatatan tersebut, harus dianalisa apa yang harus dicatat, bagaimana penyusunan kalimat, dan dimana tiap tulisan tersebut diletakkan.

Kegiatan konsep pendokumentasian meliputi :

Komunikasi
Keterampilan dokumentasi yang efektif memungkinkan perawat untuk mengkomunikasikan kepada tenaga kesehatan lainnya dan menjelaskan apa yang sudah, sedang, dan yang akan dikerjakan oleh perawat.

Dokumentasi proses keperawatan
Pencatatan proses keperawatan merupakan metode yang tepat umtuk pengambilan keputusan yang sistematis, problem solving, dan riset lebih lanjut. Dokumentasi proses keperawatan mencakup pengkajian, identifikasi masalah, perencanaan, dan tindakan. Perawat kemudian Mengobservasi dan mengevaluasi respon klien terhadap tindakan yang diberikan, dan mengkomunikasikan informasi tersebut kepada tenaga kesehatan lainnya.

Standar dokumentasi
Perawat memerlukan sesuatu keterampilan untuk memenuhi standar dokumentasi. Standar dokumentasi adalah suatu pernyataan tentang kualitasn dan kwantitas dokumentasi yang dipertimnbangklan secara adekuat dalam suatu situasi tertentu. Standar dokumentasi berguna untuk memperkuat pola pencatatan dan sebagai petunjuk atau pedoman praktik pendokumentasian dalam memberikan tindakan keperawatan.

Tujuan utama dari pendokumentasian adalah :
1. Mengidentifikasi status kesehatan klien dalam rangka mencatat kebutuhan klien, merencanakan, melaksananak tindakan keperawatan, dan mengevaluasi tindakan.
2. dokumentasi untuk penelitian, keuangan, hukum dan etika.

Dokumentasi keperawatan mempunyai makna yang penting bila dilihat dari berbagai aspek :

Hukum
Bila terjadi suatu masalah yang berhubungan dengan profesi kepoerawatan, dimana perawat sebagai pemberi jasa dan klien sebagai pengguna jasa, maka dokumentasi diperlukan sewaktu-waktu. Dokumentasi tersebut dapat dipergunakan sebagai barang bukti di pengadilan.

Jaminan mutu (kualitas pelayanan)
Pencatatan data klien yang lengkap dan akurat, akan memberikan kemudahan bagi perawat dalam membantu menyelesaikan masalah klien. Dan untuk mengetahui sejauh mana masalah klien dapat teratasi dan seberapa jauh masalah baru dapat diidentifikasi dan dimonitor melalui catatan yang akurat. Hal ini akan membantu meningkatkan mutu yankep.

Komunikasi
Dokumentasi keadaan klien merupakan alat perekam terhadap masalah yang berkaitan dengan klien. Perawat atau tenaga kesehatan lain akan bisa melihat catatan yang ada dan sebagai alat komunikasi yang dijadikan pedoman dalam memberikan asuhan keperawatan.

Keuangan
Semua tindakan keperawatann yang belum, sedang, dan telah diberikan dicatat dengan lengkap dan dapat digumakan sebagai acuan atau pertimbangan dalam biaya keperawatan.

Pendidikan
Isi pendokumentasian menyangkut kronologis dari kegiatan asuhan keperawatan yang dapat dipergunakan sebagai bahan atau referensi pembelajaran bagi siswa atau profesi keperawatan.

Penelitian
Data yang terdapat di dalam dokumentasi keperawatan mengandung informasi yang dapat dijadikan sebagai bahan atau objek riset dan pengembangan profesi keperawatan.

Akreditasi
Melalui dokumentasi keperawatan dapat dilihat sejauh mana peran dan fungsi keperawatan dalam memberikan askep pada jklien. Dengan demikian dapat diambil kesimoulan tingkat keberhasilan pemeberian askep yang diberikan, guna pembinaan lebih lanjut.

Download Artikel Komponen Model Dokumentasi Keperawatan

ASKEP 1 Download

Akbarpost/Air ketuban biasanya pecah ketika ibu hamil mulai mengalami kontraksi rahim untuk melahirkan sang bayi. Namun, ada kalanya ketuban pecah dini, yang dapat mengakibatkan komplikasi serius.

Selama kehamilan, janin dalam kandungan dilindungi dan dikelilingi oleh selaput yang berisi cairan yang disebut kantung ketuban. Beberapa saat sebelum janin atau bayi lahir, kantung ketuban akan pecah dan cairan yang disebut air ketuban akan keluar melalui vagina. Umumnya dalam waktu 24 jam setelah kantung ketuban pecah, bayi akan lahir. Namun apabila selepas waktu itu bayi belum lahir, atau ketuban pecah sebelum usia kandungan berumur 37 minggu, maka kondisi tersebut dikatakan sebagai ketuban pecah dini.

Ketuban pecah dini atau premature rupture the membrane (PROM) adalah pecahnya ketuban sebelum inpartu bila pembukaan pada primi para kurang dari 3 cm dan multi para kurang dari 5 cm. Ketuban pecah dini belum diketahui. Faktor predisposisi adalah infeksi genetalia, gemeli, hidramnion, kehamilan pre term dan disproporsi sephalo pelvic.

Manifestasi Klinik
- Keluar air ketuban warna putih keruh, jernih, kuning, hijau atau kecoklatan sedikit-sedikit atau banyak.
-  Dapat disertai demam bila sudah infeksi.
- Janin mudah di raba
- Pada periksa dalam selaput ketuban tidak ada, air ketuban sudah kering
-  Inspekulo : Tampak air ketuban mangalir atau selaput ketuban tidak ada dan air ketuban sudah kering

Kadang-kadang agak sulit atau meragukan kita apakah ketuban benar sudah pecah atau belum, apal agi pembukaan kanalis servikalis belum ada atau kecil. Cara menentukannya adalah :
- Memeriksa adanya cairan yang berisi mekonium, verniks kasiosa, rambut lanugo atau bila telah terinfeksi akan berbau
- Inspekulo : Lihat dan perhatikan apakah air memang air ketuban keluar ndari kanalis servikalis dan apakah ada bagian yang sudah pecah. 
- Gunakan kertas lakmus : Bila menjadi biru (basa) – air ketuban, bila menjadi merah (asam) – air kemih (urin)

Pengaruh PROM
1) Terhadap janin, walaupun ibu belum menunjukan gejala-gejala infeksi tetapi janin mungkin sudah terinfeksi, karena infeksi intra uterine terlebih dahulu terjadi sebelum gejala pada ibu di rasakan. Jadi akan meninggikan mortalitas dan morbiditasperinatal
2) Terhadap Ibu, karena jalan telah terbuka maka dapat terjadi infeksi intra partal, apa lagi bila terlalu sering periksa dalam.

Kompilkasi
- Pada anak : Asfiksia dan prematuritas
- Pada Ibu : Partus lama dan infeksi, atonia uteri, peradarahan post partum atau infeksi nifas.

Akbarpost/Kekerasan antar sesama manusia telah mulai sejak manusia dijadikan, hal ini tetap terjadi sampai saat ini dan mungkin akan terjadi pada masa yang akan datang. Anak merupakan korban yang sering dan paling banyak mengalami hal ini, baik itu pada tataran keluarga maupun dimasyarakat.

Aniaya Fisik (physical abuse) dan Pengabaian (child neglect) merupakan bentuk-bentuk kekerasan yang sering ditemukan pada anak korban kekerasan. Dimana dampak yang ditimbulkan akibat kekerasan ini sangatlah mempengaruhi kelanjutan kehidupan anak ini yaitu dalam hal pertumbuhan dan perkembangan anak selanjutnya.

Bentuk-Bentuk Penganiayaan Dan Kekerasan Pada Anak
Aniaya Fisik (physical abuse), Merupakan salah satu bentuk kekerasan yang sering ditemukan dalam keluarga, dimana orangtua memilih cara/metode tertentu untuk memberikan ganjaran kepada anak yang melakukan kesalahan, namun orangtua kurang memperhatikan akan efek yang ditimbulkan. Tanda-tanda Aniaya Fisik;
- Memar pada area tubuh
- Tanda-tanda gigitan, luka bakar dll.
- Fraktur, jaringan parut, bahkan kerusakan otak.
- Laserasi, abrasi dan perdarahan
- Ansietas dan tidak percaya pada orang lain.

Pengabaian (child neglect), Orangtua dalam perawatan anak, gagal menciptakan lingkungan yang aman dan gagal memenuhi kebutuhan dasar anak dengan baik. Tanda-tanda Pengabaian;
- Pakian yang kotor dan tidak sesuai dengan ukuran
- Hygiene buruk
- Tanda-tanda mainutrisi (tubuh kurus, perut buncit dll)
- Lesu dan lelah
- Isolasi sosial

Aniaya Seksual (sexual abuse), Merupakan bentuk kekerasan yang sering ditemukan dimasyarakat dimana anak ini berada, bentuk kekerasan ini dapat mempengaruhi kelanjutan kehidupan anak ini, misalnya anak korban pemerkosaan. Tanda-tanda Aniaya Sekaual;
- ISK
- Kesulitan atau nyeri saat duduk dan berjalan
- Kemerahan dan gatal pada daerah genitalia
- Muncul perilaku menggairahkan dan dorongan maturbasi
- Ansietas yang berlebihan

Apa Yang Menyebabkan Seseorang Melakukan Kekerasan
Teori Biologi.
- Pengaruh Neurofisiologi
- Pengaruh Biokomia
- Pengaruh Genetik

Teori Psikologi
- Teori Psikoanalitik
- Teori Pembelajaran

Teori Sosio-Budaya (Sosiokultural)
- Pengaruh Sosial

Masalah-masalah yang muncul akibat dari perilaku kekerasan;
1. sindrom trauma perkosaan,
2. ketidakberdayaan
3. perubahan tumbuh-kembang

Pencegahan dan penanggulangan ;
1. Pelayanan Kesehatan
2. Pendidikan
3. Penegakan Hukum Dan Keamanan
4. Media Massa

Akbarpost/Osteomielitis adalah infeksi tulang dan sumsum tulang. Osteomielitis akut terutama ditemukan pada anak-anak. Umumnya infeksi pada tulang panjang dimulai pada metafisis. Tulang yang sering terkena ialah femur bagian distal, tibia bagian proksimal, humerus, radius dan ulna bagian proksimal dan distal, serta vertebra. Osteomielitis kronis terjadi bila pengobatan terhadap infeksi terlambat atau tidak adekuat, atau bila ada sekwester. Terdapat osteomielitis yang kronis dari permulaannya, misalnya pada abses Brodie.

Osteomielitis pada tulang panjang
Kuman biasanya bersarang dalam spongiosa metafisis dan membentuk pus sehingga timbul abses atau beberapa abses kecil. Pus menjalar ke arah diafisis dan korteks, mengangkat periost dan kadang-kadang menembusnya. Pus meluas dibwah periost dan pada tempat-tempat tertentu membentuk fokus sekunder. Nekrosis tulang yang timbul dapat luas dan terbentuk sekwester.

Bila arteri nutrisia mengalami trombosis, maka dapat menimbulkan sekwestrasi tulang yang luas. Periost yang terangkat oleh pus kemudian dikenal sebagai reaksi periosteal. Jga didalam tulang itu sendiri dibentuk tulang baru, baik pada tradekula maupun korteks, sehingga tulang terlihat lebih opak dan dikenal sebagai sclerosis. Tulang yang dibentuk dibawah periost ini membentuk bungkus bagi tulang yang lama dan disebut involukrum. Involukrum ini pada berbagai tempat terdapat lubang tempat pus keluar, yang disebut kloaka.


Osteomielitis pada neonatus dan bayi
Osteomielitis pada neonatus dan bayi seringkali hanya dengan gejala klinis yang ringan, dapat mengenai satu atau banyak tulang dan mudah meluas ke sendi didekatnya. Biasanya lebih sering terjadi pada bayi dengan resiko tinggi seperti permatur, berat badan kurang. Tindakan-tindakan seperti resusitas, venaseksi, kateterisasi, dan infus, secara potensial dapat merupakan penyebab infeksi. Kuman penyebab paling sering adalah streptococcus.

Osteomielitis dan artritis septic pada bayi biasanya disertai destruksi yang luas dari tulang, tulang rawan, dan jaringan lunak sekitarnya. Pada neonatus ada hubungan antara pembulu darah epifisis dengan pembulu darah metafisis, yang disebut pembulu darah transfiseal, hubungan ini dapat menyebabkan mudahnya infeksi meluas dari metafisis ke epifisis dan sendi. Kadang-kadang osteomielitis pada bayi juga dapat mengetahui tulang lain seperti maksila, vertebra, tengkorak, iga, dan pelvis.

Tuberkulosis tulang dan sendi
Tuberkulosis tulang adalah suatu proses peradangan yang kronik dan destruktif yang disebabkan basil tuberkulosis yang menyebar secara hematogen dari fokus jauh, dan hampir selalu berasal dari paru-paru. Penyebaran basil ini dapat terjadi pada waktu infeksi primer atau pasca primer. Penyakit ini sering terjadi pada anak-anak.

Basil tuberculosis biasanya menyangkut dalam spongiosa tulang. Pada tempat infeksi timbul osteitis, kaseasi dan likuifaksi dengan pembentukan pus yang kemudian dapat mengalami kalsifikasi. Berbeda dengan osteomielitis piogenik, maka pembentukan tulang baru pada tuberkulosis tulang sangat sedikit atau tidak sama sekali. Di samping itu, periostitis dan sekwester hampir tidak ada. Pada tuberculosis tulang ada kecenderungan terjadi perusakan tulang rawan sendi atau discus invertebrate.

Tuberkulosis pada tulang panjang
Pada tulang panjang, lesi paling sering terdapat di daerah metafisis yang pada roentgen terlihat sebagai lesi destruktif berbentuk bulat atau lonjong. Pada permulaaan, batas- batasnya tidak tegas tetapi pada proses yang sudah kronis batasnya menjadi tegas, kadang-kadang dengan sklerosis pada tepinya. Lesi dapat menyeberangi garis epifiser dan mengenai epifisis dan selanjutnya mengenai sendi. Proses dapat juga bermula pada epifisis tulang panjang.

Tuberkulosis pada tulang belakang
Frekuensi tuberkulosis tulang yang paling tinggi adalah pada tulang belakang, biasanya di daerah troakal atau lumbal, jarang di daerah servikal. Lesi biasanya pada korpus vertebra dan proses dapat bermula di 3 tempat, yaitu :
- Dekat dikus invertebrata atas atau bawah, disebut tipe marginal, yang sesuai dengan tipe metafiseal pada tulang panjang.
- Di tengah korpus, disebut tipe sentral.
- Di bagian anterior korpus, disebut tipe anterior atau subperiorsteal.

Pada tipe marginal, lesi destruktif biasanya terdapat di bagian depan korpus vertebra dan cepat merusak discus. Proses dapat terjadi pada dua atau lebih vertebra yang berdekatan. Karena bagian korpus vertebra paling banyak mengalami destruksi disetai adanya kolaps, maka korpus vertebra akan berbentuk baji dan pada tempat tersebut timbul gibbus

Abses paravertebral timbul cepat dan paling mudah dilihat di daerah torakal karena adanya kontras paru-paru. Bila sudah lama akan timbul kalsifikasi pada abses. Tidak terlihat adanya pembentukan tulang baru pada proses yang aktif.

Bila pengobatan berhasil, tanda-tanda penyembuhan pada vertebra yang terkena dapat dilihat dari :
- Densitas tulang yang kembali normal,
- Rincian tulang terlihat lebih jelas,
- Batas tulang yang menjadi lebih tegas.

Pada tipe sentral, abses timbul pada bagian tengah korpus vertebra dan discus lambat terkena proses. Bila lesi meluas ke tepi tulang, maka proses selanjutnya adalah seperti pada tipe marginal. Pada tipe anterior, proses berlangsung di bawah periost dan meluas di bawah ligamen longitudinal anterior. Kerusakan pada diskus terjadi lambat.

Tuberkulosis pada trokanter mayor
Salah satu tulang yang sering terkena tubekulosis adalah trokanter mayor, terutama pada anak-anak dan dewasa muda. Lesi dapat bermula pada tulang atau bursa. Bila lesi bermula pada bursa, maka erosi pada tulang kadang-kadang hanya superfesial dan akan sukar dilihat. Baik proses yang dimulai pada tulang maupun bursa, dapat meluas ke sendi panggul. Gambaran radiologik tuberkulosis pada trokanter mayor sama dengan pada tulang panjang.

Daktilitis tuberkulosis
Kelainan ini disebut juga spina ventosa. Tulang falangs yang terkena melebar karena ekspansi medula. Biasanya dapat dibedakan dari daktilitis karena sifilis, di mana tulang lebar karena penebalan tulang.

Artritis tuberkulosis, proses bisa bermula pada sinovium atau pada tulang.
- Proses mulai pada sinovium, pada stadium dini tanda-tanda tidak khas, yang tampak ialah:
- Penebalan kapsul sendi,
- Sendi tampak suram dan sela sendi agak melebar karena efusi, intra – artikuler,
- Osteoprosis pada tulang-tulang sekitar sendi karena hipermia.

Sebaliknya dibuat fotosendi sebelahnya yang sehat untuk perbandingan. Pada stadium lebih lanjut timbul erosi pada tulang dekat sendi yang bisa bersifat local atau luas. Kerusakan pada tulang rawan relatif lambat di bandingkan dengan arthritis purulenta dan bila ini terjadi sela sendi akan menyempit.

Proses mulai pada tulang. Pada proses yang bermula pada tulang gambaran radiologiknya adalah gambaran kombinasi dari proses tuberculosis pada metafisisepifisis dan tanda-tanda infeksi sinofium.

Koksitis tuberkulosis
Sering pada anak-anak proses dapat dimulai di asetabulum, sinovium, epifisis femur, atau trokanter mayor. Destruksi tulang biasanya banyak, baik pada asetabulum maupun pada kaput femur. Kadang-kadang kaput femur tidak dapat dilihat lagi. Bila destruksi pada asetabulum banyak dapat menimbulkan protusio asetabuli. Diagnosis diferensial yang penting adalah penyakit perthes, yaitu nekrosis avaskular dan kaput femur.

Tuberkulosis sendi lutut, Gonitis tuberculosis termasuk sering dan gambaran radiologiknya sesuai yang diuraikan diatas.
Tuberkulosis sendi bahu. Kadang-kadang lesi pada kaput humerus besar dan berbentuk kistik sehingga menyerupai giant cell tumor. Bila terdapat juga lesi pada glenoid, maka kedua penyakit ini mudah dibedakan karena giant cell tumor tidak menyeberangi sendi. Kdang-kadang lesi tuberkulosis pada kaput humeri kecil dan tanpa pembentukan pus serta gejalanya ringan dan di kenall sebaagai caries siccca.


Tuberkulosis sendi siku, destruksi tulang terutama pada olekranon dan ujung distal humerus. Fossa olekrani menjadi dalam disebabkan erosi. Biasanya destruksi pada kaput radius kurang dibandingkan dengan kedua tulang tadi. Diagnosis diferensial yang penting adalah reumatoid arthritis.

Sifilis tulang sekarang sudah jarang dijumpai.

Sifilis kongenita
Penyakit dapat timbul cepat, yaitu sejak lahir sampai 4 tahun; atau lambat, yaitu antara 5 tahun sampai 15 tahun. Lesi biasanya luas dan simetris, dan kelainan pada tulang terdiri atas peiostitis atau osteitis atau osteomielitis. Paling seing terkena adalaah radius, ulna, dan tulang-tulang sekitar lutut.

Periostitis merupakan kelainan yang paling sering dijumpai. Gambaran radiologik terlihat sebagai garis tipis atau berlapis-lapis di luar korteks dan sejajar dengan korteks. Penebalan korteks pada diafisis dijumpai pada kasus lanjut. Osteitis atau osteomielitis biasanya setempat atau tersebar luas.

Destruksi pada bagian medial tibia proksimal yang bersifat bilateral adalah khas untuk sifilis kongenita ( Wimberger sign ). Sifat khas dari sifilis tulang adalah pembentukan tulang baru yang banyak sehingga densitas tulang meninggi. Pada sifilis kongenita seringkali terlihat densitas tulang meninggi pada ujung metafisis dan di dekatnya ada daerah yang lebih radiolusen. Gambaran ini tidak patognomonis untuk sifilis karena dijumpai juga pada penyakit-penyakit lain dimana pertumbuhan tulang terganggu, misalnya leukemia dan skorbut.

Sifilis akuisita
Dapat mengenai setiap tulang. Kelainan pada tulang terdiri atas periostitis daan osteomielitis.
Gambaran periostitis bisa bermacam-macam, yaitu :
- Lamelar
- Spikula atau sunray appearance sehingga gambaranya menyerupai neoplasma
- Seperti renda ( lace-like appearance )

Akbarpost/Keperawatan merupakan bagian integral dari sistem pelayanan kesehatan, yang didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan, berbentuk pelayanan bio-psiko-sosial-kultural-spiritual yang komprehensif, ditujukan kepada individu, keluarga dan masyarakat baik sakit maupun sehat yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia. Pelayanan keperawatan meliputi promosi kesehatan, pencegahan sakit dan penyakit serta perawatan pasien yang diberikan karena adanya kelemahan fisik dan mental, keterbatasan pengetahuan serta kurangnya kemauan menuju kepada kemampuan melaksanakan kegiatan hidup sehari-hari secara mandiri. Keperawatan berpartisipasi dalam menentukan kebijakan system kesehatan.

Praktik Keperawatan Profesional adalah tindakan perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan professional mencakup aspek bio-psiko-sosio-kultural dan spiritual, kepada klien yang menghadapi masalah keperawatan, dilaksanakan berdasarkan ilmu dan kiat keperawatan. Berorientasi pada kebutuhan obyektif klien dengan mengacu pada standart professional keperawatan dengan etika profesi keperawatan sebagai tuntunan utama dalam melaksanakan asuhan keperawatan profesional.

Praktik keperawatan professional mempunyai 4 (empat) karakteristik, meliputi:
1. Tanggungjawab Professional (Professional Responsibility).
2. Praktik berlandaskan Ilmu Pengetahuan (Knowledge-Based Practice).
3. Praktik berdasarkan Etika (Ethical Practice).
4. Penyediaan Pelayanan pada Masyarakat (Provision of Service to the Public).

Tanggungjawab Profesional (Professional Responsibility), Perawat bertanggung-jawab dan bertanggung-gugat atas tindakan yang dilakukan sesuai standar profesi dan hukum.
1. Bertanggungjawab setiap waktu atas semua tindakan yang diberikan kepada pasien.
2. Mentaati legislasi, standar, kebijakan yang sesuai profesi dan atau tatanan praktik.
3. Mempertanyakan tentang kebijakan dan prosedur yang tidak konsisten dengan pengobatan/harapan pasien, praktik yang benar dan standar yang aman.
4. Mendukung proses peningkatan kompetensi secara terus menerus.
5. Berpartisipasi dalam upaya perbaikan kualitas.
6. Bertanggungjawab secara profesi untuk melaksanakan praktik keperawatan yang kompeten.
7. Mendemonstrasikan kompetensi melalui evaluasi praktik secara teratur dan meningkatkan kompetensi individu.
8. Bertanggungjawab dalam menjaga kesehatan diri untuk melaksanakan praktik.

Praktik berlandaskan Ilmu Pengetahuan (Knowledge-Based Practice), Perawat secara terus menerus meningkatkan ilmu pengetahuan dan ketrampilan untuk melaksanakan praktik keperawatan yang kompeten dan berdasarkan evidence (Evidence Base Nursing Practice).

1. Mendukung keputusan yang rasional berdasarkan evidence.
2. Mengakses informasi dan sumber daya yang sesuai untuk meningkatkan perawatan pasien dan mencapai hasil yang diharapkan.
3. Berpikir kritis dalam mengumpulkan dan menginterpretasi data, implementasi dan evaluasi semua aspek asuhan keperawatan.
4. Melatih diri untuk mengambil keputusan yang baik dalammelakukan praktik keperawatan.
5. Melakukan praktik sesuai dengan tingkat kompetensinya.
6. Mendokumentasikan laporan secara tepat dan akurat yang meliuputi: data pengkajian, interpretasi, perencanaan, implementasi dan evaluasi keperawatan.
7. Menetapkan prioritas utama dalam memberikan asuhan.
8. Mendukung, memfasilitasi atau berpartisipasi dalam riset yang relevan dengan keperawatan.

Praktik berdasarkan Etika (Ethical Practice), Perawat mematuhi kode etik keperawatan
1. Melakukan praktik dengan jujur, integrity dan respek.
2. Melaporkan praktik yang tidak terampil atau kurang professional pada orang yang tepat, institusi pelayanan atau organisasi profesi.
3. Bertindak sebagai advokat untuk melindungi dan mendukung hak-hak pasien: otonomi, respek, privasi, martabat dan akses pada informasi.
4. Menerima tanggungjawab untuk memastikan hubungannya dengan pasien secara terapetik dan professional.
5. Advocate lingkungan praktik yang mempunyai organisasi system pendukung, system sumber daya manusia dan alokasi sumber-sumber diperlukan untuk asuhan keperawatan yang aman, kompeten dan etis.

Penyediaan Pelayanan pada Masyarakat (Provision of Service to the Public), Memberikan pelayanan keperawatan dengan berkolaborasi dengan pasien, orang terdekat dan tenaga kesehatan professional yang lain

1. Berkolaborasi dengan pasien, orang terdekat sesuai dengan perencanaan, implementasi dan evaluasi.
2. Menggunakan ketrampilan komunikasi dan pembentukan tim untuk meningkatkan asuhan keperawatan pasien.
3. Bertanggungjawab untuk asuhan yang didelegasikan kepada anggota tim kesehatan.

Download Draft Asuhan Keperawatan Profesional

ASKEP 1 Download

Akbarpost/Buah tomat mengandung banyak nutrisi yang baik untuk kulit. Beberapa nutrisi tersebut antara lain karotenoid, asam folat, dan vitamin C. Tidak heran jika masker tomat dijadikan sebagai perawatan kulit karena mampu mencerahkan kulit, bekerja sebagai anti-penuaan, melindungi kulit dari bakteri dan jamur, menyeimbangkan pH kulit, serta menghilangkan sel-sel kulit mati.

Berikut  manfaat masker tomat dan bagaimana cara membuat maskernya untuk kondisi kulit tertentu.

1. Lingkaran hitam pada mata

Masker tomat bekerja sebagai pencerah sehingga akan mencerahkan kulit gelap di bawah area mata. Campur dengan lidah buaya yang mengandung antioksidan dan anti-inflamasi agar kulit kembali segar dan mengurangi tanda-tanda penuaan.

Caranya, campur 1 sendok makan sari tomat dan beberapa tetes gel lidah buaya. Oleskan campuran ini di bawah mata dengan hati-hati, jangan sampai terkena mata. Kemudian diamkan selama 10 menit sebelum membilasnya dengan air. Untuk hasil yang lebih optimal, lakukan perawatan ini satu atau dua kali setiap hari.

2. Noda gelap di wajah

Manfaat masker tomat sebagai pencerah kulit ternyata manfaatnya serupa dengan lemon. Tidak hanya itu saja, lemon juga akan membantu mempercepat proses mencerahkan noda gelap di wajah. Caranya, campurkan 1 sendok teh tomat yang sudah dihancurkan dengan 3-4 tetes sari lemon. Kemudian oleskan pada wajah, diamkan selama 10-12 menit, bilas dengan air hangat. Tepuk-tepuk dengan handuk untuk mengeringkannya dan jangan lupa mengoleskan pelembap. Lakukan perawatan ini satu atau dua kali sehari.

3. Komedo

Untuk masalah komedo, Anda perlu menyiapkan 1-2 sendok makan tomat yang sudah dihancurkan, 1 sendok makan oat dan 1 sendok makan yoghurt plain. Campur yoghurt dan tomat, kemudian perlahan masukkan juga oat ke dalam campuran tersebut. Hangatkan sedikit campuran ini dan aduk hingga rata. Setelah dingin, oleskan pada wajah dan diamkan selama 15 menit, kemudian bilas dengan air.

Untuk hasil maksmimal, gunakan masker tomat dua kali seminggu. Oatmeal dalam masker ini bekerja sebagai deep cleanser dan membersihkan semua kotoran yang menumpuk di pori-pori. Sedangkan yoghurt mengandung asam laktat yang akan membersihkn sel-sel kulit mati.

4. Mengatasi pori-pori kulit terbuka

Tambahkan empat tetes jus tomat ke 1 sendok makan air dan gunakan di wajah Anda dengan bantuan bola kapas. Pijat lembut kulit Anda dengan masker tomat ini dan biarkan selama 15 menit. Aplikasikan masker tomat secara reguler akan mengecilkan ukuran pori.

5. Mencerahkan kulit

Menerapkan masker tomat atau menggosok bagian-bagian tomat pada kulit akan membuat kulit menjadi lebih halus , membut kulit bercahaya, dan tampak sehat. Tomat mengandung tinggi Vitamin C, yang dikenal untuk mencerahkan kulit.

6. Cegah tanda penuaan

Manfaat masker tomat memungkinkan kulit menyerap oksigen dan mencegah tanda-tanda penuaan. Tomat memberikan perawatan kulit alami yang luar biasa yang dapat membuat kulit terlihat lebih muda dan sehat.

7. Sebagai tabir surya Alami

Menurut berbagai penelitian, tomat mengandung antioksidan yang disebut lycopene yang bertindak sebagai tabir surya alami. Masker tomat memberikan perlindungan kulit dari sinar UV yang keras.

8. Sebagai penghilang stres

Ekstrak tomat sering digunakan dalam minyak pijat tubuh untuk memerangi tanda yang terlihat dari stres pada kulit. Ekstrak tomat juga digunakan dalam krim mata, bersama dengan bahan-bahan penting lainnya, ini membuat mata tampak lebih segar.

9. Pemutih kulit alami

Tomat dianggap sebagai bahan pemutih alami dan sangat membantu dalam meringankan warna kulit. Caranya siapkan 1 sendok teh oatmeal, 1 sendok teh yoghurt dan 2 sendok teh jus tomat. Oleskan di wajah dan leher dan biarkan selama 20 menit. Oatmeal akan mengelupas kulit dengan lembut, sementara yoghurt dan tomat akan membantu membersihkan noda. Ini meningkatkan warna kulit.

10. Menghaluskan kulit

Campurkan madu dengan jus tomat untuk membuat pasta yang kental. Oleskan campuran tersebut pada wajah dan cuci setelah 15 menit untuk mendapatkan kulit yang halus dan bercahaya.

Nah, itu dia manfaat masker tomat dan cara membuat masker tomat untuk kecantikan kulit. Selamat mencoba!


Akbarpost/Siapa sih yang tidak suka dengan buah apel? Buah ini adalah buah yang memiliki rasa segar serta kaya manfaat untuk kesehatan tubuh. Buah ini ternyata sangat bermanfaat untuk menjaga kecantikan kulit. Buah yang rasanya agak masam dan juga manis ini bisa dimanfaatkan menjadi masker untuk wajah loh. Pasti penasaran kan ? Berikut penjelasan cara membuat masker buah apel  serta manfaatnya.

Berikut manfaat buah apel bagi kecantikan

Untuk mengurangi jerawat di wajah
Siapa sih yang tidak sebel jika jerawat hadir di wajah? Paling kesal itu jika hendak mengunjungi suatu acara penting tetapi jerawat tampil mencolok di wajah sehingga kesempurnaan penampilan anda berkurang. Banyak sekali obat jerawat yang dibuat baik lewat obat yang dioleskan atau obat minum, namun karena menggunakan zat kimia tentu tetap ada risiko jika kulit anda sensitif. Masker apel rupanya bisa mengurangi peradangan dan mengurangi penyebaran jerawat saat dijadikan masker. Fungsinya mirip dengan toner.

Untuk menyamarkan noda hitam
Kalau wajah berjerawat, biasanya tangan ini gemas sekali untuk memencet supaya jerawat itu tidak meradang. Jerawat pecah lalu mengecil, tetapi muncul masalah baru, yaitu bekas noda hitam setelah jerawat mati. Daripada memencet jerawat lalu muncul bekas noda, lebih baik cobalah tanggulangi dengan memakai masker apel.

Untuk memberi efek awet muda
Perempuan manapun pasti senang jika dibilang lebih muda dari usia sebenarnya. Salah satu tanda seorang perempuan itu awet muda adalah minimnya uban serta wajah serta kulit yang tidak keriput. Banyak sekali usaha yang dilakukan melalui klinik kecantikan atau dokter spesialis yang diminta pasien untuk memenuhi keinginan awet muda. Anda pasti sudah familiar dengan face lift, tanam benang atau suntik botoks yang sering dilakukan oleh para selebritis. Nah, masker apel ini dapat mengurangi keriput dan mencegah timbulnya keriput muncul lagi.

Untuk membuat pori-pori bersih
Pori-pori yang tersumbat bisa menjadi sumber kuman dan bakteri di wajah. Jika berkumpul di ketiak, maka bisa menimbulkan bau badan tak sedap. Namun jika mengumpul di muka, jerawat dan komedo pasti akan mengganggu penampilan. Masker apel dapat dimanfaatkan untuk membersihkan pori-pori yang tersumbat kotoran atau minyak berlebih sehingga berfungsi seperti scrub wajah.

Untuk menjadikan wajah lebih cerah
Banyak sekali beredar di pasaran, produk pemutih wajah yang menarik minat perempuan, mungkin juga termasuk anda. Siapa sih yang tidak ingin wajahnya seputih dan semulus Raisa? Namun perlu diketahui jika kecantikan wajah tidak hanya dinilai dari kulit putih saja, kulit kecokelatan bahkan gelap juga tetap menarik serta eksotis jika dirawat dengan baik. Dan masker apel yang mengandung vitamin C rupanya juga cocok untuk dijadikan bahan pencerah wajah. Perlu digarisbawahi disini, kulit gelap tidak akan serta merta menjadi putih, namun warna yang kusam akan menjadi lebih cerah.

Cara Membuat Masker Apel Dengan Mudah

Sudah tahu manfaatnya masker apel yang luar biasa bukan? Nah sekarang kita beralih menuju pembahasan untuk membuat maskernya. Anda tidak perlu membeli bahan-bahan berharga mahal, cukup luangkan waktu untuk mengolah apel untuk manfaat yang sudah dijelaskan di atas.

1. Cara membuat masker apel untuk menghilangkan jerawat

Persiapkan satu buah apel lalu kupas kecil-kecil agar mudah dimasukkan di dalam blender. Kupas kulitnya sebelum diblender. Tunggu sampai blender membuat potongan-potongan apel tadi hancur merata tanpa ada sisa. Jika sudah hancur, tuang sari apel dalam sebuah mangkok. Kemudian ambil kapas dan celupkan kapasnya ke dalam sari apel. Kapas yang sudah dicelup tadi selanjutnya bubuhkan pada wajah yang berjerawat lalu tunggu sampai 25 menit. Jika sudah, bersihkan wajah dengan air bersih.

2. Cara membuat masker apel untuk menyamarkan noda hitam

Sudah kesal dengan noda hitam bekas jerawat? Maka segera gunakan masker apel yang dicampur madu untuk mengatasinya. Siapkan satu buah apel, kupas kulitnya lalu haluskan seperti membuat masker untuk kulit berjerawat. Jika apel sudah dihaluskan, campur dengan satu sendok madu di dalam sebuah mangkuk. Aduk hingga merata lalu oles pada wajah, tunggu sampai tiga puluh menit. Setelah selesai jangan lupa untuk membilas dengan air bersih.

3. Cara membuat masker apel untuk menghilangkan kerutan di wajah

Kerutan di sekitar bibir ataupun mata adalah hal yang sering muncul di wajah. Walau anda sering tersenyum, aktivitas tersebut juga bisa membentuk garis senyum yang berujung kerutan. Perempuan biasanya sangat menghindari munculnya kerutan karena hal ini bisa memberi efek wajah terlihat lebih tua.

Nah untuk membuat masker apel yang berfungsi sebagai penghilang kerut juga sangat mudah. Siapkan satu butir apel dengan telur ayam kampung. Apel harus dihaluskan sedangkan telur harus dipisahkan antara bagian kuning dengan putih telurnya. Apel yang sudah dihalukan dan putih telur dicampur menjadi satu lalu aduk hingga merata. Gunakan sebagai masker wajah selama satu jam, setelah selesai segera bilas dengan air bersih.

Sumber : Klinik Kecantikan
Diberdayakan oleh Blogger.