Health Akbar Post

Posts For Category

Akbarpost/Neuroma akustik adalah tumor jinak tumbuh lambat saraf cranial VIII, biasanya tumbuh dari sel schwan pada bagian ventribuler saraf ini.Secara umum Neuroma akustik adalah tumor bersifat kanker (jinak) dan biasanya lambat tumbuh yang berkembang pada saraf akustikus.

Dapat tumbuh pada saraf keluar dari pons,sepanjang perjalanan saraf di fosa kranialis posterior atau di dalam liang telinga dalam menuju dari telinga batin Anda ke otak Anda. Karena cabang-cabang saraf ini langsung mempengaruhi keseimbangan dan pendengaran, tekanan dari neuroma akustik dapat menyebabkan gangguan pendengaran, dering di telinga Anda dan kegoyangan.

Sebagian besar neuroma tumbuh lambat dan hanya sebagian kecil tumbuh cepat yaitu mencapai dua kali volume asal dalam waktu enam bulan.

Walaupun kecepatan pertumbuhan tumor berkisar antara amat lambat sampai cepat, kadang tumor mengalami degenerasi kistik. Oleh karena neuroma akustik berasal dari sel Schwann yang berada didalam serabut saraf ventibularis dan pertumbuhannya lambat sehingga hanya sedikit sekali yang mengalami gangguan keseimbangan atau vertigo.

Setelah tumor cukup besar, maka tumor akan tumbuh terus biasanya kearah medial dan bentuk tumor saat mencapai rongga ini mengalami perubahan menjadi speris.

Saat tumor masih dalam rongga bagian dalam, mungkin akan menimbulkan gejala awal seperti gangguan pendengaran oleh karena itu penekanan terhadap sraf pendengaran dan putusnya pembuluh darah.

Selain itu juga akan terjadi gangguan keseimbangan berupa vertigo oleh karena penekanan saraf ventribular ( keseimbangan ).Selain menekan saraf pendengaran tumor juga akan menekan saraf facialis ( nerves VII ) dengan gejala kelemahan wajah ( parese ).

Saat tumor mencapai diameter 2 cm dan sudah berada di cerebellopontine angle, tumor akan menekan permukaan lateral batang otak yang jika tumor tumbuh lebih besar, akan mendorong batang otak kearah yang berlawanan.Saat tumor mencapai diameter 4 cm, tumor berkembang kearah depan dan menekan saraf trigeminus yang menimbulkan gejala nyeri wajah satu sisi.

Dan apabila tumor berkembang kearah bawah akan menekan saraf IX, X , XII dan menyebabkan kesulitan menelan.Dan jika tumor terus tumbuh melebihi diameter 4 cm, maka tumor akan menekan otak kecil dan secara tidak langsung akan menyebabkan terjadinya hidrosefalus obstriktif. Terjadinya hidrocefalus akan menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan intracranial dengan gejala nyeri kepala, mata kabur, serta mual muntah.

Download Asuhan Keperawatan Neuroma Akustik

ASKEP Download

Akbarpost/Ikterus merupakan suatu gejala yang sering ditemukan pada Bayi Baru Lahir (BBL). Menurut beberapa penulis kejadian ikterus pada BBL berkisar 50 % pada bayi cukup bulan dan 75 % pada bayi kurang bulan.

Perawatan Ikterus berbeda diantara negara tertentu, tempat pelayanan tertentu dan waktu tertentu. Hal ini disebabkan adanya perbedaan pengelolaan pada BBL, seperti ; pemberian makanan dini, kondisi ruang perawatan, penggunaan beberapa propilaksi (misal; luminal) pada ibu dan bayi, fototherapi dan transfusi pengganti.

Asuhan keperawatan pada klien selama post partum juga terlalu singkat, sehingga klien dan keluarga harus dibekali pengetahuan, ketrampilan dan informasi tempat rujukan, cara merawat bayi dan dirinya sendiri selama di rumah sakit dan perawatan di rumah.

Download Asuhan Keperawatan Ikterus Bayi

ASKEP Download

Akbarpost/Penilaian pada usia kehamilan dan berat badan saat lahir merupakan pertimbangan penting karena faktor – faktor ini berkaitan erat dengan kecacatan dan kematian pada perinatal. Teknbologo moderen telah memberikan kontribusi yang cukup bverarti pada perkembangan kesehatan dan kelangsungan hidup secara menyeluruh pada bayi yang beresiko yang disebabkan oleh usia kehamilan atau berat badan saat lahir.

Bagaimanapun juga kelangsungan hidup bayi yang lahir sebelum waktunya disebabkan oleh perkembangan kondisi yang mungkin berpengaruh secara negatif pada kwalitas hidup mereka.

Salah satu karekteristik neonatus yang penting adalah stabilnya berbagai sistim pengaturan hormonal dan neurogenik. Keadaan ini sebagian disebabkan oleh perkembangan imatur organ – oragn tubuh yang berbeda dan sebagian berdasarkan kenyataan bahwa sistem pengaturan belum sesuai dengan cara hidup yang baru.

Salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas bayi baru lahir adalah infeksi serta komplikasi hipotermi. Hipotermi ini dapat menimbulkan penyakit infeksi gagal ginjal serangan apnu yang mengakibatkan kematian.

Meskipun secara keseluruhan masalah perinatal masih tinggi lebih mengingatkan kepada kita betapa pentingnya perawatan sehingga dapat memperkecil angka kematian, perawat dapat membantu mengajarkan kepada masyarakat untuk mengenal betapa pentingnya memperoleh perawatan secar dini dan teratur selama kehamilan, persalinan, dan kelahiran.

Download Asuhan Keperawatan Bayi Berat Lahir Rendah

ASKEP Download

Akbarpost/Penelitian terhadap kematian ibu memperlihatkan bahwa penderita perdarahan post partum meninggal dunia akibat terus menerus terjadi perdarahan yang jumlahnya kadang-kadang tidak menimbulkan kecurigaan kita. Yang menimbulkan kematian bukanlah perdarahan sekaligus dalam jumlah banyak tetapi justru perdarahan terus-menerus yang terjadi sedikit demi sedikit.

Pada suatu studi kasus yang besar, Becham mendapatkan bahwa interval rata-rata antara kelahiran dan kematian adalah 5 jam 20 menit. Tidak seorangpun ibu yang meninggal dalam waktu 1,5 jam setelah melahirkan. Kenyataan ini menunjukan adanya cukup waktu untuk melangsungkan terapi yang efektif jika pasiennya selalu diamati dengan seksama, diagnosis dibuat secara dini, dan tindakan yang tepat segera dikerjakan.

Pada kehamilan cukup bulan aliran darah keuterus sebanyak 500 – 800 ml/menit. Jika uterus tidak berkontraksi dengan segera setelah kelahiran placenta, maka ibu dapat mengalami perdarahan sekitar 350 – 500 ml/menit dari bekas tempat melekatnya placenta. Kontraksi uterus akan menekan pembulu darah uterus yang berjalan diantara anyaman serabut miometrium sehingga menghentikan darah yang mengalir melalui ujung-ujung arteri ditempat implantasi placenta.

Seorang ibu dapat meninggal karena perdarahan pasca persalinan dalam waktu kurang dari 1 jam. Lebih dari 90% dari seluruh kasus perdarahan pasca persalinan yang terjadi dalam 24 jam setelah kelahiran bayi disebabkan oleh atonia uteri. Sebagian besar kematian akibat perdarahan pasca persalinan terjadi pada beberapa jam pertama setelah kelahiran bayi (Li, et all, 1996). Karena alasan ini, penatalaksanaan kala III persalinan yang cepat dan tepat merupakan salah satu cara terbaik dan sangat penting untuk menurunkan angka kematian ibu.

Dimasa lampau, sebagian besar penolong persalinan menatalaksanakan kala III persalinan dengan cara menunggu placenta lahir secara alamiah. Intervensi hanya dilakukan jika terjadi penyulit atau jika kemajuan kala III persalinan tidak berjalan secara normal. Manajemen aktif kala III lebih dikaitkan pada upaya untuk mengurangi kehilangan darah seperti yang terjadi pada penatalaksanaan fisiologi.

Download Asuhan Keperawatan Atonia Uteri

ASKEP Download

Akbarpost/Arus listrik yang dihasilkan oleh otot jantung selama depolarisasi dan repolarisasi menyebar kejaringan disekitar jantung dan dihentikan melalui cairan-cairan tubuh. Sebagian kecil aktivitas listrik ini mencapai permukaan tubuh dan dapat di deteksi menggunakan elektroda pencatat.

Rekaman (catatan) yang dihasilkan adalah Elektrokardiogram atau EKG. Sebenarnya istilah yang digunakan adalah EKG, karena tekhnik ini dikembangkan oleh seorang ilmuan berbangsa Jerman William Eindhoven dan “Kardia “ adalah kata untuk jantung dari bahasa jerman.

EKG adalah suatu rekaman mengenai sebagian aktivitas listrik dicairan-cairan tubuh yang diinduksi oleh impuls jantung yang mencapai permukaan tubuh, bukan rekaman langsung aktivitas listrik jantung yang sebenarnya. EKG adalah rekaman kompleks yang menggambarkan penyebaran keseluruhan aktivitas dijantung selama repolarisasi dan depolarisasi.

Pada setiap saat rekaman mewakili jumlah aktivitas listrik disemua sel otot jantung, yang mungkin sedang mengalami potensi aksi sementara yang lain belum diaktifkan. Rekaman mencerminkan perbandingan voltase yang terdeteksi oleh elektroda didua titik yang berbeda di tubuh.

Pola pasti aktivitas listrik yang direkaman dari permukaan tubuh bergantung pada orientasi elektroda pencatat. Elektroda secara bebas dapat dipandang sebagai “mata” yang “melihat” aktivitas listrik dan memindahkannya ke rekaman yang dapat dilihat, catatan EKG apakah yang direkaman tersebut adalah ; defleksi keatas atau defleksi ke bawah ditentukan oleh orientasi elektroda berkenaan dengan aliran arus dijantung.

Untuk menghasilkan perbandingan standar, rekaman EKG rutin terdiri dari dua belas (12) sistem elektroda konvensional atau disebut LEAD ke-12. lead tersebut masing-masing merekam aktivitas listrik dijantung. Dari lokasi yang berbeda, 6 susunan listrik dari ekstremitas dan 6 lead dada diberbagai tempat disekitar jantung. Ke-12 lead tersebut digunakan secara rutin disemua rekaman EKG. Sebagai dasar untuk perbandingan dan untuk mengenali adanya deviasi dari normal.

Download Makalah Tentang Elektrokardiogram atau EKG

ASKEP 1 Download
ASKEP 2 Download

Akbarpost/Kesehatan ibu merupakan salah satu sasaran dari upaya pembangunan kesehatan di Indonesia. Salah satu bentuk upaya pelayanan kesehatan pada ibu dan wanita pada umumnya adalah kesehatan reproduksi wanita. Perkembangan disegala bidang sebagai dampak dari keberhasilan pembangunan, memberikan berbagai nilai positif bagi perkembangan kesehatan diIndonesia.

Namun, dilain pihak dampak pembangunan juga sangat mempengaruhi prilaku masyarakat. Pergeseran norma dan pola hidup mengakibatkan pergeseran prilaku lapisan masyarakat termasuk didalamnya wanita. Perubahan terhadap prilaku sex, kebiasaan konsumsi, pemeliharaan kebersihan diri dan kebersihan lingkungan memiliki kontribusi terhadap munculnya berbagai penyakit degeneratif maupun infeksi. Salah satu bentuk penyakit ganas yang mengenai wanita adalah kanker serviks (E. Sutarto, 1989 hal 1). Penyakit ini merupakan hal yang terpenting diantara penyakit-penyakit alat kandungan lainnya,disebabkan oleh karena frekuensinya yang tinggi dan akibatnya terhadap penderita karena lebih sering mematikan.

Diseluruh dunia ditemukan 400.000 kasus baru Ca serviks,80 % diantaranya ditemukan dinegara berkembang dan diperkirakan terdapat 200.000 hingga 300.000 wanita meninggal setiap tahunnya. Berdasarkan data yang diperoleh di Poiklinik Kandungan RSUD Dr. Soetomo, angka kejadian kanker serviks menempati urutan tetinggi dibandingkan kasus keganasan lain pada wanita. Kasus Ca. Serviks merupakan salah satu dari 10 kasus terbanyak yang ditemukan di Poliklinik Kandungan RSUD Dr. Soetomo sepanjang bulan Januari-Juni 2000, dengan jumlah kasus sebanyak 73 (Grafik kasus di Poliklinik Kandungan Dr. Soetomo, 2000). Data ini didukung oleh data epidemiologi dari beberapa Rumah Sakit di Indonesia. Data dari RSCM Jakarta selama 3 tahun terdapat 2606 kasus kanker, dengan kanker serviks menempati urutan terbanyak ( 24,3 %), (E. Sutarto, 1989).

Data dari Rumah-sakit di seluruh Jakarta pada tahun 1977 ditemukan 1.183 kasus dengan kanker cerviks menempati urutan pertama : 21 % ( E. Sutarto, 1989). Dari 13 pusat Patologi Anatomi di Indonesia tahun 1983 menempatkan kanker serviks sebagai kanker terbanyak,Laporan dari bagian Patologi Anatomi FK.Unair (1993) selama 4 tahun ditemukan 2304 kanker serviks dan hanya 22 kasus (0,12 %) in situ jadi lebih dari 99 % sudah pada stadium invasif. Data ini dikuatkan dengan adanya prediksi bahwa wanita usia 50 tahun keatas 3 % mengalami kanker Leher rahim (FKKP SPK se Jawa Barat, 1997). Dengan prediksi ini dapat diasumsikan bahwa angka kejadian ca. Serviks akan semakin meningkat dimasa yang akan datang seiring dengan makin meningkatnya umur harapan hidup wanita Indonesia.

Berdasarkan data-data diatas, jelas terlihat bahwa angka kejadian kanker serviks masih merupakan momok bagi semua wanita dan merupakan masalah besar dalam upaya pengembangan kesehatan di Indonesia sehingga penatalaksanaanya memerlukan partisipasi dan kerjasama dari semua pihak termasuk profesi keperawatan.

Download Asuhan Keperawatan Kanker Serviks

ASKEP 1 Download

Akbarpost/Konsep diri atau self concept merupakan suatu kombinasi dari perasaan dan kepercayaan mengenai diri sendiri.Konsep diri dibutuhkan untuk integritas psikologis sehingga setiap orang mengenal dirinya dan merasa dirinya pantas sesuai apa adanya.Ada 5 komponen konsep diri di antaranya citra diri,ideal diri,harga diri ,identitas diri dan gambaran diri yang kesemuanya adalah satu kesatuan membentuk apa yang disebut sebagai konsep diri.

Gangguan salah satu elemen akan berpengaruh pada sistim konsep diri yang dapat berakibat fatal.Individu bisa bertindak nekat terutama kepada dirinya sendiri ( bunuh diri ) atau juga terhadap orang lain apabila konsep dirinya terganggu karena konsep diri berkaitan erat dengan existensi yang unik dari setiap manusia.

Dalam makalah ini akan dibahas tentang asuhan keperawatan pada penderita yang mengalami gangguan konsep diri khususnya pasien yang mengalami harga diri yaitu harga diri rendah.Seperti disebutkan di atas bahwa harga diri merupakan salah satu elemen pembentuk konsep diri yang sangat berperang dalam menentukan jati diri sesorang.Merong-rong harga diri seseorang sama dengan merong-rong existensinya sebagai individu yang bermartabat.

Orang dengan gangguan harga diri sering sangat nekat terutama pada dirinya sendiri karena ia mungkin merasa tak ada gunanya lagi dirinya.oleh karena itu pasien dengan gangguan harga diri sering ada usaha bunuh diri atau paling tidak mencederai diri sendiri.Perawatan yang benar akan mampu mengembalikan keadaan seseorang dalam melakukan koping terhadap stressor yang menyebabkan gangguan harga diri.

Konsep diri belum ada saat lahir,tetapi berkembang secara bertahap saat bayi dapat membedakan dirinya dari orang lain,mempunyai nama sendiri,pakaian sendiri.Anak mulai dapat mempelajari dirinya,yang mana kaki,tangan,mata dan sebagainya serta kemampuan berbahasa akan memperlancar proses tumbuh-kembang anak.

Konsep diri merupakan hasil dari aktifitas pengeksplorasian dan pengalamanya dengan tubuhnya sendiri.Konsep diri dipelajari melalui pengalaman pribadi setiap individu,hubungan dengan orang lain dan interaksi dengan dunia luar dirinya.Konsep diri berkembang terus mulai dari bayi hingga usia tua.

Pengalaman dalam keluarga merupakan dasar pembentukan konsep diri karena keluarga dapat memberikan perasaan mampu dan tidak mampu, perasaan diterima atau ditolak dan dalam keluarga individu mempunyai kesempatan untuk mengidentifikasikan dan meniru perilaku orang lain yang diinginkanya serta merupakan pendorong yang kuat agar individu mencapai tujuan yang sesuai atau pengharapan yang pantas.Dengan demikian jelas bahwa kebudayaan dan sosialisasi mempengaruhi konsep diri dan perkembangan keperibadian seseorang.

Seseorang dengan konsep diri yang positif dapat mengeksplorasi dunia secara terbuka dan jujur karena latar belakang penerimaanya sukses, konsep diri yang positif berasal dari pengalaman yang positif yang mengarah pada kemampuan pemahaman .

Download Materi Konsep Diri Atau Self Concept

ASKEP 1 Download

Kesehatan/Penyakit AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) merupakan suatu syndrome/kumpulan gejala penyakit yang disebabkan oleh Retrovirus yang menyerang sistem kekebalan atau pertahanan tubuh. Dengan rusaknya sistem kekebalan tubuh, maka orang yang terinfeksi mudah diserang penyakit-penyakit lain yang berakibat fatal, yang dikenal dengan infeksi oportunistik. Kasus AIDS pertama kali ditemukan oleh Gottlieb di Amerika Serikat pada tahun 1981 dan virusnya ditemukan oleh Luc Montagnier pada tahun 1983.

Penyakit AIDS dewasa ini telah terjangkit dihampir setiap negara didunia (pandemi), termasuk diantaranya Indonesia. Hingga November 1996 diperkirakan telah terdapat sebanyak 8.400.000 kasus didunia yang terdiri dari 6,7 juta orang dewasa dan 1,7 juta anak-anak. Di Indonesia berdasarkan data-data yang bersumber dari Direktorat Jenderal P2M dan PLP Departemen Kesehatan RI sampai dengan 1 Mei 1998 jumlah penderita HIV/AIDS sebanyak 685 orang yang dilaporkan oleh 23 propinsi di Indonesia.

Data jumlah penderita HIV/AIDS di Indonesia pada dasarnya bukanlah merupakan gambaran jumlah penderita yang sebenarnya. Pada penyakit ini berlaku teori “Gunung Es“ dimana penderita yang kelihatan hanya sebagian kecil dari yang semestinya. Untuk itu WHO mengestimasikan bahwa dibalik 1 penderita yang terinfeksi telah terdapat kurang lebih 100-200 penderita HIV yang belum diketahui.

Penyakit AIDS telah menjadi masalah internasional karena dalam waktu singkat terjadi peningkatan jumlah penderita dan melanda semakin banyak negara. Dikatakan pula bahwa epidemi yang terjadi tidak saja mengenai penyakit (AIDS ), virus (HIV) tetapi juga reaksi/dampak negatif berbagai bidang seperti kesehatan, sosial, ekonomi, politik, kebudayaan dan demografi. Hal ini merupakan tantangan yang harus dihadapi baik oleh negara maju maupun negara berkembang.

Sampai saat ini obat dan vaksin yang diharapkan dapat membantu memecahkan masalah penanggulangan HIV/AIDS belum ditemukan. Salah satu alternatif dalam upaya menanggulangi problematik jumlah penderita yang terus meningkat adalah upaya pencegahan yang dilakukan semua pihak yang mengharuskan kita untuk tidak terlibat dalam lingkungan transmisi yang memungkinkan dapat terserang HIV.

Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) adalah Syndrome akibat defisiensi immunitas selluler tanpa penyebab lain yang diketahui, ditandai dengan infeksi oportunistik keganasan berakibat fatal. Munculnya Syndrome ini erat hubungannya dengan berkurangnya zat kekebalan tubuh yang prosesnya tidaklah terjadi seketika melainkan sekitar 5-10 tahun setelah seseorang terinfeksi.

Virusnya sendiri bernama Human Immunodeficiency Virus (atau disingkat HIV) yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor. Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan.

HIV dan virus-virus sejenisnya umumnya ditularkan melalui kontak langsung antara lapisan kulit dalam (membran mukosa) atau aliran darah, dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, air mani, cairan vagina, cairan preseminal, dan air susu ibu.

Penularan dapat terjadi melalui hubungan intim (vaginal, anal, ataupun oral), transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin, atau menyusui, serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut.
Para ilmuwan umumnya berpendapat bahwa AIDS berasal dari Afrika Sub-Sahara. Kini AIDS telah menjadi wabah penyakit.

AIDS diperkiraan telah menginfeksi 38,6 juta orang di seluruh dunia. Pada Januari 2006, UNAIDS bekerja sama dengan WHO memperkirakan bahwa AIDS telah menyebabkan kematian lebih dari 25 juta orang sejak pertama kali diakui pada tanggal 5 Juni 1981. Dengan demikian, penyakit ini merupakan salah satu wabah paling mematikan dalam sejarah. AIDS diklaim telah menyebabkan kematian sebanyak 2,4 hingga 3,3 juta jiwa pada tahun 2005 saja, dan lebih dari 570.000 jiwa di antaranya adalah anak-anak.

Sepertiga dari jumlah kematian ini terjadi di Afrika Sub-Sahara, sehingga memperlambat pertumbuhan ekonomi dan menghancurkan kekuatan sumber daya manusia di sana. Perawatan antiretrovirus sesungguhnya dapat mengurangi tingkat kematian dan parahnya infeksi HIV, namun akses terhadap pengobatan tersebut tidak tersedia di semua negara.

Untuk lebih lengkapnya silahkan download disini





Kesehatan/Glomerulonefritis digunakan untuk berbagai penyakit ginjal yang etiologinya tidak jelas tetapi secara umum memberikan gambaran histopatologi tertentu pada glomerulus. GNA adalah inflamasi glomeruli yang terjadi ketika kompleks antigen-antibodi terjebak dalam membran kapiler glomerular.

Glomerulonefritis ditandai dengan reaksi radang pada glomerulus dengan adanya leukosit dan proliferasi sel, serta eksudasi eritrosit, loukosit dan protein plasma dalam ruang Bowman. Selain itu tampak pula kelainan sekunder pada tubulus, interstitium dan pembuluh darah.

Glomerulonefritis bukan merupakan infeksi ginjal oleh jasad renik, bukan pula suatu penyakit tersendiri oleh etiologi tertentu, melainkan sebiknya dianggap sebagai suatu pola reaksi ginjal terhadap berbagai factor yang belum seluruhnya jelas. Glomerulonefritis (juga disebut sindrom nefrotik), mungkin akut, dimana pada kasus seseorang dapat meliputi seluruh fungsi ginjal atau kronis ditandai oleh penurunan fungsi ginjal lambat, tersembunyi, dan progresif yang akhirnya menimbulkan penyakit ginjal tahap akhir. Ini memerlukan waktu 30 tahun untuk merusak ginjal sampai pada tahap akhir.

Glomerulonefritis adalah suatu sindrom yang ditandai oleh peradangan dari glomerulus diikuti pembentukan beberapa antigen yang mungkin endogenus (seperti sirkulasi tiroglobulin) atau eksogenus (agen infeksius atau proses penyakit sistemik yang menyertai). Hospes (ginjal) mengenal antigen sebagai suatu benda asing dan mulai membentuk antibody untuk menyerangnya.

Respon peradangan ini menimbulkan penyebaran perubahan patofisiologi, termasuk menurunnya perubahan laju filtrasi glomerulus (LFG), peningkatan permiabilitas dari dinding kapiler glomerulus terhadap protein plasma (terutama albumin) dan SDM, dan retensi abnormal Na dan H2O yang menekan produksi rennin dan aldosteron (Glassock, 1988).

Berbgai macam glomerulofati dapat terjadi, masing-masing dengan penampilan klinis yang berbeda. Jadi penyakit diklasifikasikan menurut morfologi, etiologi, patogenesis, sindrom klinis, atau kombinasi dari semuanya. Masing-masing tipe dari glomerulopati akan menunjukan manifestasi dari gagal ginjal dalam tiga bulan awitan. Ini kemudian disebut glomerulonefritis yang berkembang dengan cepat, memerlukan intervensi medis awal yang berbeda.

Penyakit ini ditemukan pada semua usia, tetapi sering terjadi pada usia awal sekolah dan jarang pada anak yang lebih muda dari 2 tahun, lebih banyak pria dari pada wanita (2 : 1). Timbulnya GNA didahului oleh infeksi ekstra renal, terutama di traktus respiratorius bagian atas dan kulit oleh kuman streptokokkus beta hemolitikus gol A. Faktor lain yang dapat menyebabkan adalah factor iklim, keadaan gizi, keadaan umum dan factor alergi.


Untuk lebih lengkapnya silahkan download disini


Akbarpost//Diare adalah keadaan frekwensi buang air besar lebih dari 4 kali pada bayi dan lebih dari 3 kali pada anak-anak. Konsistensi feces encer dapat berwarna hijau atau dapat pula bercampur lendir dan darah atau lendir saja (Ngastiah, 1998).

Diare disebabkan oleh virus, bakteri dan protozoa. Spesies tertentu bakteri menghasilkan toksin yang mengganggu absorbsi usus dan dapat menimbulkan sekresi berlebihan air dan elektrolit kedalam rongga usus dan selanjutnya timbul diare, karena terjadi peningkatan isi rongga usus. Akibat terdapatnya zat-zat makanan yang tidak dapat diserap menyebabkan peningkatan tekanan osmotik di dalam usus meninggi sehingga terjadi pergeseran air dan elektrolit ke dalam rongga usus.

Isi rongga usus yang berlebihan akan merangsang usus untuk mengeluarkannya sehingga timbul diare. Gangguanmotalitas usus seperti hiperperistaltik akan mengakibatkan berkurangnya kesempatan usus untuk menyerap makanan sehingga timbul diare dan sebaliknya jika peristaltik usus menurun akan mengakibatkan bakteri tumbuh berlebihan sehingga menyebabkan diare (Sacharin, RM).

Untuk lebih lengkapnya silahkan download disini



Akbarpost//Kornea (latin Cornum: seperti tanduk) adalah selaput bening mata, bagian selaput mata yang tembus cahaya, merupakan lapis jaringan yang menutup bola mata sebelah depan. Kornea ini disisipkan di sklera di limbus, lekuk melingkar pada persambungan ini disebut sulkus sklelaris. Kornea dewasa rata-rata mempunyai tebal 0,54 mm di tengah, sekitar 0,65 mm di tepi, dan diameternya sekitar 11,5 mm.

Kornea dipersarafi oleh banyak saraf sensoris terutama berasal dari saraf siliar longus, saraf nasosiliar, saraf ke V saraf siliar longus berjalan suprakoroid, masuk ke dalam stroma kornea, menembus membran Bowman melepaskan selubung schwannya. Seluruh lapis epitel dipersarafi sampai pada kedua lapis terdepan tanpa ada akhir saraf. Bulbus krause untuk sensasi dingin ditemukan di daerah limbus. Daya regenerasi saraf sesudah dipotong di daerah limbus terjadi dalam waktu 3 bulan.

Kornea berfungsi sebagai membran pelindung dan jendela yang dilalui berkas cahaya menuju retina. Sifat tembus cahayanya disebabkan strukturnya yang uniform, avaskuler dan deturgesens. Deturgesens atau keadaan dehidrasi relatif jaringan kornea, dipertahankan oleh “pompa” bikarbonat aktif pada endotel dan oleh fungsi sawar epitel dan endotel. Endotel lebih penting daripada epitel dalam mekanisme dehidrasi, dan cedera kimiawi atau fisik pada endotel jauh lebih berat daripada cedera pada epitel.

Keratitis adalah peradangan pada kornea. Gangguan pada kornea merupakan penyakit yang fatal karena penanganan yang terlambat atau tidak sempurna dapat menyebabkan penurunan penglihatan yang permanen, baik ringan hingga kebutaan. Komplikasi lain dari keratitis adalah timbulnya luka pada kornea (ulkus kornea). Keratitis dapat mengenai seluruh rentang usia, jenis kelamin, dan ras.

Kornea merupakan suatu bagian mata yang transparan yang ada di depan mata. Fungsi kornea adalah sebagai “jendela” mata dan merupakan jalannya sinar yang masuk dan akan diteruskan ke retina, sehingga kornea berperang penting dalam proses penglihatan. Fungsi lain dari kornea adalah sebagai lapisa pelindung. Kornea yang normal tidak memiliki pembuluh darah sehingga kornea menjadi transparan.

Keratitis dapat disebabkan oleh proses infeksi ataupun peradangan steril (tidak ada kuman infeksi yang menyerang). Infeksi pada kornea dapat disebabkan oleh bakteri, jamur, virus ataupun protozoa (Acanthamoeba sp. atau. Riwayat trauma pada mata juga dapat menyebabkan keratitis, seperti kemasukan benda asing atau tergores aibat penggunaaan lensa kontak.

Penggunaan obat-obatan secara sembarangan juga dapat menyebabkan keratitis. Terutama obat-obat golongan penekan sistem imun, seperti kortikosteroid, dan juga obat-obat penghilang rasa nyeri. Penggunaan obat-obatan diatas harus dengan resep dan pengawasan dokter.

Pasien dengan penyakit sistemik (menyerang seluruh tubuh) yang menurunkan daya tahan tubuh memiliki risiko yang lebih besar untuk terkena keratitis. Penyakit tersebut antara lain diabetes mellitus (penyakit kencing manis), HIV/AIDS, dan keganasan (kanker). Selain itu, kekurangan vitamin A meningkatkan risiko terjadinya gangguan kornea. Orang yang bekerja sebagai petani atau di lingkungan pertanian atau perkebunan memiliki risiko lebih besar terkena keratitis jamur. Hal ini disebabkan karena jamur banyak terdapat di tanah dan tumbuh-tumbuhan.

Keratitis merupakan penyakit mata yang termasuk dalam keadaan mata merah dengan penglihatan yang menurun. Sesuai dengan golongannya, maka gejala utama dari keratitis adalah mata yang merah dan disertai dengan penglihatan yang menurun.

Fungsi kornea sebagai jendela mata menyebabkan gangguan pada kornea berakibat pada penurunan penglihatan. Penglihatan yang menurun merupakan tanda dari suatu penyakit mata yang serius dan memerlukan penanganan yang tepat. Gejala umum lain yang terjadi pada keratitis adalah nyeri pada mata, fotofobia, dan mata berair. Nyeri pada keratitis diperberat pada saat menggerakan kelopak mata, terutama kelopak mata atas. Fotofobia merupakan kondisi mata yang sensitif pada cahaya, sehingga pasien akan merasa silau saat melihat cahaya.

Keratitis yang disebabkan bakteri memiliki gejala yang sama dengan keratitis pada umumnya (nyeri, sialu, fotofobia, dan penurunan penglihatan), namun pada infeksi bakteri umumnya ada cairan yang mengandung pus (nanah). Sementara pada keratitis akibat virus, umumnya disertai gejala penyerta seperti demam dan kelemahan pada tubuh.Pada keratitis jamur, tampak gejala berupa kekeruhan dengan batas tidak tegas, dan adanya lesi satelit (adanya kekeruhan berukuran kecil di sekeliling kekeruhan yang besar).

Berdasarkan lapisan yang terkena, keratitis dibagi menjadi keratitis dangkal (superfisial) dan keratitis yang lebih dalam (profunda). Beberapa bentuk dari keratitis yang dangkal, yaitu:

Keratitis pungtata

Memiliki gambaran penyakit berupa bintik-bintik putih kecil pada permukaan kornea. Umunya disebabkan oleh infeksi oleh virus, seperti virus herpes simpleks (penyebab penyakit herpes), virus varisela-zoster (penyebab penyakit herpes zoster).

Pada keratitis herpes simpleks, gejala yang dirasakan oleh penderita sangat bervariasi. Kadang-kadang tidak dikeluhkan oleh penderita, atau gejala ringan (kelopak mata bengkak dan berair) sampai gejala yang umum terjadi pada keratitis (nyeri, mata merah, silau, penglihatan menurun). Pada keratitis herpes simpleks gambaran khas pada kornea adalah bentuk dendritik (seperti ranting pohon).

Penyakit herpes zoster umunya menyerang kulit, namun bila mengenai saraf mata (nervus trigeminus oftalmik) dapat terjadi keratitis herpes zoster. penderita umumnya pernah terkena cacar air sebelumnya. Gejala yang timbul berupa mata sulit membuka, nyeri, silau, dan berair yang disertai dengan luka-luka pada kulit disekitar mata. Gejala yang dirasakan hanya pada satu sisi tubuh (kiri atau kanan).

Keratitis flikten

Keratitis flikten memiliki gambaran berupa adanya benjolan putih yang berada di dekat tepi kornea. Benjolan yang timbul memiliki diameter 2-3 mm dan berjumlah satu atau lebih. Penyebab pada keratitis flikten diduga akibat reaksi dari sistem daya tahan tubuh (imunitas). Beberapa penyebab seperti kekurangan gizi, pasien dengan tuberkulosis atau TBC (akibat reaksi sistem imun, dan tidak pernah ditemukan kuman TBC dalam benjolan tersebut).

Keratitis sika

Merupakan suatu bentuk keratitis yang disebabkan oleh berkurangnya produksi air mata oleh kelenjar air mata atau air mata yang terlalu cepat menguap.

Keluhan-keluhan yang biasanya dirasakan oleh pasien adalah mata terasa perih, kering, dan seperti berpasir atau ngeres. Gejala diatas umumnya disebut mata kering (dry-eye syndrome). Bila mengenai kornea, akan timbul pandangan menurun, nyeri, dan silau.

Keratitis lepra

Keratitis lepra adalah keratitis yang disebabkan oleh gangguan saraf, yang umumnya disebabkan penyakit lepra atau kusta. Penyakit lepra atau kusta menyerang kornea melalui kerusakan saraf, gangguan kelenjar air mata sehingga menimbulkan dry-eye syndrome, dan pasien tidak menutup mata dengan rapat sehingga mata terpapar oleh udara dan benda asing.

Keratitis nummularis

Keratitis nummularis memiliki gambaran berupa adanya bercak putih berbentuk bulat seperti koin pada permukaan kornea, berjumlah lebih dari satu, dan umumnya banyak ditemukan pada orang dengan pekerjaan sebagai petani. Penyakit keratitis numularis umumnya mengenai satu mata.

Beberapa jenis keratitis dalam atau profunda

Keratitis interstisial luetik

Merupakan gejala lanjutan dari penyakit sifilis bawaan sejak lahir (kongenital). Penyakit keratitis interstisal luetik umumnya terjadi pada anak usia 5-15 tahun. Keratitis ini timbul akibat reaksi peradangan terhadap bakteri Treponema pallidum.

Gejala yang dirasakan pasien berupa sakit, silau, dan penglihatan menurun. Pada kornea, terjadi kekeruhan kornea seperti kaca susu dengan tepi kornea berwarna kemerahan. Pada pasien dengan keratitis ini, dapat ditemukan gangguan organ lain berupa gangguan pendengaran, dan bentuk gigi seri atas yang seperti obeng (Hutchinson’s teeth). Ketiga gejala tersebut dinamakan trias Hutchinson. Proses radang pada kornea umunya dapat sembuh dengan sendirinya.

Keratitis sklerotikans

Penyakit ini jarang terjadi. Penyebab pasti dari keratitis sklerotikans belum diketahui. Namun keratitis ini timbul karena adanya peradangan yang berulang dan menahun. Gejala yang dirasakan merupakan gejala umum keratitis seperti sakit dan fotofobia dengan disertai kekeruhan kornea (berwarna putih).

Mengingat pentingnya fungsi kornea dan komplikasi keratitis berupa kebutaan, maka pengobatan tidak boleh dilakukan secara sembarang. Berkonsultasi dengan dokter, menggunakan obat sesuai indikasi dari dokter, mematuhi pengobatan, dan tidak sembarangan menggunakan obat tetes mata merupakan cara pengobatan yang efektif untuk keratitis.

Pengobatan keratitis umumnya dapat dilakukan dengan rawat jalan. Pada beberapa kondisi, pengobatan dilakukan dengan rawat inap di rumah sakit. Kondisi tersebut adalah bila pasien tidak dapat dan mampu untuk memakai obat. Selain itu, bila mata yang terkena keratitis merupakan mata satu-satunya (mata yang lain sudah kehilangan penglihatan) maka perawatan di rumah sakit diperlukan.

Pengobatan pada keratitis ditujukan untuk mengontrol infeksi dan inflamasi/peradangan, dan mencegah komplikasi yang lebih lanjut. Semua bentuk faktor risiko dihindari dan dihentikan seperti pemakaian kontak lens.

Obat antibiotik

Penggunaan antibiotik diperlukan untuk keratitis bakterial. Umumnya menggunakan obat antibiotik tetes mata yang memiliki spektrum luas (dapat mencakup banyak bakteri). Bila gejala tidak membaik segera berkonsultasi dengan dokter untuk kemungkinan adanya kekebalan bakteri terhadap obat yang diberikan.

Obat anti virus

Keratitis akibat virus dapat diobati dengan obat antivirus tetes mata, baik yang dikombinasikan dengan salep mata ataupun tidak. Penggunaan antivirus sistemik diperlukan pada pasien dengan daya tahn tubuh rendah dan pada kasus keratitis herpes zoster.

Obat anti jamur

Pada keratitis jamur, penyembuhan umumnya berjalan lambat dibandingkan keratitis bakteri. Pengobatan yang digunakan meliputi anti jamur tetes mata, tetes mata antibiotik (sebagai pencegahan infeksi bakteri), dan dapat diberikan anti jamur sistemik bila infeksi parah.

Download Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Keratitis

ASKEP 1 Download

Akbarpost//Hipertensi adalah tekanan dara antara resistant sistoliknya diatas 140 mmHg dan tekanan diastolik diatas 90 mmHg. Pada populasi manula, hipertensi didefenisikan sebagai tekana sistolik 160 mmHg dan tekanan diastolik 93 mmHg (Brunner and Suddrat).

Menurut penyebabnya hipertensi dibagi menjadi dua yaitu : Hipertensi primer/hipertensi esensial yang tidak diketahui penyebabnya, disebut juga hipertensi idiopatik. Terdapat sekitar 95% kasus. Banyak faktor yang mempengaruhinya seperti genetik, lingkungan, hiperaktivitas susunan saraf simpatis dan faktor-faktor yang meningkatkan resiko, seperti obesitas, alkohol, merokok serta polisitemia dan Hipertensi sekunder atau hipertensi renal. Terdapat sekitar 5% kasus. Penyebab spesifiknya diketahui seperti penyakit ginjal, hipertensi vaskuler renal, hiperaldosteronisme primer, otak seperti trauma dan peningkatan TIK hipertensi yang berhubungan dengan kehamilan.

Download Asuhan Keperawatan Pada Hipertensi

ASKEP 1 Download

Akbarpost//Retina adalah suatu membran yang tipis dan bening, terdiri atas penyebaran serabut saraf optik. Letaknya antara badan kaca dan koroid. Di bagian retina yang letaknya sesuai dengan sumbu penglihatan, terdapat makula lutea yang berperan penting untuk tajam penglihatan. Di tengah makula terdapat bercak mengkilap yang merupakan reflex fuvea kira-kira 3 mm ke arah nasal kutub belakang bola mata, terdapat daerah putih kemerahan disebut papil saraf optik. Arteri sentral bersama venanya masuk ke dalam bola mata di tengah papil saraf optik merupakan pembuluh darah.

Retina dilengkapi dengan suatu bahan kimia yang disebut rhodopsin atau zat warna penglihat yang berwarna merah-ungu. Cahaya yang jatuh pada retina menyebabkan adanya perubahan kimiawi di dalam rhodopsin serta bahan-bahan lain yang terdapat di dalam sel kerucut dan sel batang. Rhodopsin, fotopigmen sel batang tidak dapat membedakan berbagai panjang gelombang spektrum cahaya. Pigmen tersebut menyerap semua panjang gelombang cahaya tampak, sehingga sel batang hanya memberi gambaran bayangan abu-abu apabila mendeteksi berbagai intensitas cahaya, tidak memberi warna.

Download Asuhan Keperawatan Gangguan Sistem Penglihatan, Buta Warna

ASKEP 1 Download

Akbarpost//Hepatitis merupakan suatu proses peradangan pada jaringan hati yang memberikan gejala lemah badan, mual, kencing seperti air teh disusul dengan mata dan badan menjadi kuning. Hepatitis merupakan suatu proses peradangan pada jaringan hati yang memberikan gejala lemah badan, mual, kencing seperti air teh disusul dengan mata dan badan menjadi kuning.

Hepatitis virus yang tidak dapat digolongkan sebagai hepatitis A atau B melalui pemeriksaan serologi disebut sebagai hepatitis non A dan non B (NANBH) dan saat ini disebut hepatitis C (Dienstag, 1990). Selanjutnya ditemukan bahwa jenis hepatitis ini ada dua macam yang pertama dapat ditularkan secara parenteral dan disebut PT-NANBH dan yang kedua dapat ditularkan secara anteral disebut ET-NANBH.

Hepatitis menjadi masalah kesehatan masyarakat yang penting di seluruh dunia. Penyakit ini menduduki peringkat ketiga di antara semua penyakit menular dan merupakan penyakit epidemic di kebanyakan negara-negara dunia ketiga. Sekitar 60.000 kasus telah dilaporkan ke Centers for Disease Control di Amerika Serikat setiap tahun, tetapi jumlah yang sebenarnya dari penyakit ini diduga beberapa kali lebih banyak.

Download Makalah Asuhan Keperawatan Penyakit Hepatitis

ASKEP 1 Download

Akbarpost//Hernia inguinalis adalah terjadinya penonjolan isi rongga abdomen melalui annulus inguinalis interna mengikuti apermatid cordi di kanale inguinalis kemudian keluar melalui annulus inguinalis eksterna sehingga terdapat benjolan di daerah inguinalis.

Hernia adalah protrusi abnormal organ, jaringan atau bagian organ melalui struktur yang secara normal berisi bagian ini. Hernia paling sering terjadi pada rongga abdomen sebagai akibat dari kelemahan muskular abdomen kongenital atau didapat. Hernia dapat terjadi pada segala usia dan jenis kelamin. Hernia inguinalis indirek adalah tipe paling umum dan secara khas terjadi pada pria. Hernia direk ditemukan lebih umum pada lansia. Hernia inguinalis pada bayi dan anak sekitar 1 – 2 %. Sisi kanan biasanya lebih sering (60 %) dibanding sisi kiri (20 %) dan bilateral sebanyak 10 – 15 %. Hernia inguinalis medialis hampir selalu disebabkan oleh peninggian tekanan intra abdominal dan kelemahan otot dinding perut. Umumnya terjadi bilateral, khususnya pria tua.

Download Asuhan Keperawatan Penyakit Hernia inguinalis

ASKEP 1 Download

Akbarpost//Kolitis ulseratif merupakan penyakit radang kolon nonspesifik yang umumnya berlangsung lama disertai masa remisi dan eksasorbasi yang berganti-ganti.Kolitis ulseratif masuk dalam kategori Inflammatory Bowel Disease (IBD)/penyakit inflamasi usus karena penyakit ini merupakan penyakit yang belum diketahui penyebabnya dengan prevalensi berkisar 10 - 20 x, terjadi pada usia muda (umur 25 – 30 tahun) wanita dan pria sama tetapi ada perbedaan dalam geografis dan sosial ekonomi tinggi.

Dari berbagai data kepustakaan didapatkan insiden Kolitis ulseratif di Indonesia belum jelas tetapi bertitik tolak pada data endoskopi di sub bagian gastroentologi RSU PN (M Jakarta diperoleh gambaran bahwa terdapat ± 20 kasus Kolitis ulseratif dari 700 pemeriksaan kolonoskopi atas berbagai indikasi (tahun 1991–1995) sedangkan tahun 1996 dari 72 kasus didapatkan kasus Kolitis ulseratif 18.

Download Asuhan Keperawatan Kolitis ulseratif

ASKEP 1 Download

Akbarpost//Puskesmas (pusat kesehatan masyarakat) adalah suatu unit pelaksana fungsional yang berfungsi sebagai pusat pembangunan kesehatan, pusat pembinaan partisipasi masyarakat dalam bidang kesehatan, serta pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama yang menyelenggarakan kegiatannya secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan pada suatu masyarakat yang bertempat tinggal dalam suatu wilayah tertentu.

Saat ini pemerintah menjadikan puskesmas sebagai ujung tombak utama pelayanan kesehatan pada masyarakat sekaligus sebagai wadah isu strategis. Misalnya, isu stategis aksesibilitas layanan dan penyediaan sumber daya manusia serta sarana prasana. Puskesmas juga mampu menjadi tempat pelayanan kesehatan pilihan utama masyarakat, karena dekat dengan tempat tinggal dan murah. Bahkan diberbagai daerah telah menerapkan program pengobatan gratis yang difokuskan untuk rawat jalan bagi setiap lapisan masyarakat. Hal ini dilaksanakan oleh pemerintah daerah agar masyarakat menyadari pentingnya berobat ke puskesmas.

Selain menjadikan puskesmas ujung tombak layanan, pemerintah daerah juga mulai mendekatkan layanan dokter spesialis kepada masyarakat. Umumnya ada dua cara yang ditempuh daerah, yaitu menempatkan dokter spesialis di puskesmas atau menentukan puskesmas khusus(spesifikasi). Kebijakan menempatkan dokter spesialis di puskesmas dilator belekangi oleh anggapan bahwa dokter spesialis identik dengan pelayanan kesehatan yang mahal atau hanya bias diperoleh masyarakat apabila berobat ke rumah sakit. Bagi daerah yang belum mampu menempatkan layanan dokter spesialis di setiap puskesmas, daerah mengatasinya dengan dokter spesialis keliling.

Untuk lebih lengkapnya silahkan download disini

Akbarpost//Insulin adalah suatu hormon yang dihasilkan oleh pankreas tepatnya pada sel  pulau longerhans. Dalam keadaan biasa insulin diberikan melalui subkutan dan pada keadaan akut (seperti pada keadaan ketoasidosis) diberikan intravena. Lokasi penyuntikan insulin secara subkutan adalah deltoid, paha bagian lateral, abdomen dan daerah skapula. Lokasi penyuntikan tersebut harus dirotasi untuk mencegah timbulnya lipodistropi yang dapat menyebabkan gangguan penyerapan insulin pada daerah tersebut. Rotasi jangan dilakukan tiap hari terapi tiap 2 minggu. Rotasi dapat dilakukan searah jarum jam. Dalam satu daerah penyuntikan, jarak antara penyuntikan satu dan lainnya adalah 2 cm.

Insulin berperan penting dalam tubuh untuk mengubah gula (glukosa) dari karbohidrat yang Anda konsumsi menjadi energi dan menyimpan glukosa untuk keperluan di waktu mendatang. Menjaga fungsi insulin sangat penting untuk mengendalikan kadar gula tubuh supaya tidak melonjak terlalu tinggi (hiperglikemia) atau turun terlalu rendah (hipoglikemia).

Insulin adalah hormon yang berfungsi untuk mengubah gula menjadi energi. Setiap sel pada tubuh memerlukan gula untuk bekerja. Namun, sel-sel tidak dapat langsung mengubah gula menjadi energi. Maka dari itu, saat Anda makan dan kadar gula dalam darah Anda meningkat, pankreas memberi sinyal untuk melepaskan insulin ke aliran darah. Hormon insulin membantu sel menyerap glukosa dari aliran darah dengan menempelkan diri ke sel-sel dan memberi sinyal sel untuk menyerap gula.

Insulin juga membantu menyimpan gula di hati (liver) apabila kadar gula darah terlalu sedikit. Ini karena fungsi insulin adalah memastikan kadar gula tetap berada dalam rentang yang normal. Apabila karena beberapa alasan pankreas tidak menghasilkan insulin yang cukup atau sel-sel Anda kebal terhadap insulin, Anda mungkin akan mengalami komplikasi jangka panjang dari hiperglikemia atau hipoglikemia.

Kondisi paling umum dari masalah insulin adalah diabetes. Ada dua jenis diabetes, yaitu tipe 1 dan tipe 2. Walau kedua tipe diabetes ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi, penyebab dan perkembangan masing-masing kasus berbeda. Tidak selalu jelas tipe diabetes apa yang dimiliki seseorang. Untuk mendapatkan diagnosis yang pasti, Anda tentu harus berkonsultasi dengan dokter spesialis endokrin.
Bagaimana diabetes tipe 1 berkembang

Diabetes tipe 1 adalah penyakit autoimun, di mana sistem imun keliru menyerang bagian tubuh yang sehat. Pada kasus diabetes tipe 1, sistem imun salah menargetkan sel-sel beta penghasil insulin pada pankreas hingga pankreas tidak dapat menghasilkan insulin. Belum ada penjelasan ilmiah yang jelas mengenai penyebab kondisi ini. Diabetes tipe 1 memerlukan suntikan insulin untuk mengompensasi matinya sel-sel beta, sehingga orang-orang dengan diabetes tipe 1 sangat tergantung pada insulin dari dokter.

Pada diabetes tipe 2, sistem autoimun tidak menyerang sel-sel beta. Namun, diabetes tipe 2 ditandai dengan ketidakmampuan tubuh merespon insulin. Kondisi juga dikenal sebagai resistensi insulin. Tubuh mengompensasi gangguan ini dengan menghasilkan lebih banyak insulin. Sayangnya, tubuh tidak selalu mampu menghasilkan insulin yang cukup. Seiring berjalannya waktu, tekanan pada sel-sel beta akibat tuntutan yang tinggi untuk memproduksi insulin ini malah dapat merusak sel beta sehingga produksi insulin menurun.

Pada diabetes tipe 1, insulin tidak dapat dihasilkan karena pankreas rusak. Akibatnya, mereka akan memerlukan suntikan insulin agar tubuh memproses glukosa dan menghindari komplikasi dari kadar gula yang tinggi (hiperglikemia). Pada diabetes tipe 2, sel-sel kebal terhadap insulin.

Download Asuhan Keperawatan Tekhnik Pemberian Insulin

ASKEP 1 Download

Akbarpost//Vesikolitiasis adalah batu yang terbentuk dari defosit mineral umumnya kalsium oksalat dan kalsium phosfat serta asam urat dan kristal-kristal lain yang ditemukan dalam kandung kemih/ vesika urinaria. Persoalan pembentukan batu pada saluran kencing  dipengaruhi oeh bermacam-macam faktor yang belum diketahui dengan jelas. Hasil penelitian menunjukan bahwa untuk terjadinya batu saluran kencing diperlukan dua komponen ialah matriks batu dan kristal. Matriks berupa suatu mukoprotein yang sering disebut juga sebagai matrix substance A. Sampai dimana peranannya belum diketahui dengan jelas. Batu saluran kencing dapat ditemukan sebagai penyakit sekunder misalnya pda hiperparatiroidisme, penyakit gaout, atau penyakit primer idiopatik.


Untuk lebih lengkapnya silahkan download disini


Akbarpost//Xeroftalmia adalah suatu penyakit mata akibat defisiensi vitamin A dengan kekeringan epitel biji mata dan kornea.Xeroftalmia terjadi akibat penerimaan vitamin A yang kurang dari kebutuhan tubuh. Masalah kekurangan vitamin A juga erat hubungannya dengan beberapa penyakit seperti diare, campak. Di Indonesia diperkirakan 30 % dari semua kasus xeroftalmia didahului oleh penyakit campak, 20 % oleh karena penyakit infeksi lain yang disertai demam.

Untuk lebih lengkapnya silahkan download disini
Diberdayakan oleh Blogger.