Tampilkan postingan dengan label mata. Tampilkan semua postingan

Akbarpost/Kelainan retraksi adalah suatu kondisi ketika sinar datang sejajar pada sumbu mata dalam keadaan tidak berakomondasi yang seharusnya direfraksikan tepat pada retina (makula lutea) sehingga tajam penglihatan maksimum tidak direfraksikan oleh mata tepat pada retina (makula lutea) baik itu didepan, dibelakang tidak dibiasakan pada satu titik. Kelainan ini merupakan bentuk kelainan visual yang paling sering dan dapat terjadi akibat kelainan pada lensa atau pun bentuk bola mata.

Kelainan refraksi terbagi menjadi 6 yaitu:

1. Resbiopia
Resbiopia merupakan gangguan akomodasi pada usia lanjut yang dapat terjadi karena kelemahhann otot akomodasi atau lensa mata tidak kenyal atau berkurang elastisitasnya akibat sklerosis lensa sehingga kurang biasa mengubah bentuk lensa untuk memfokuskan mata saat melihat.

2. Ametropia
Ametropia yaitu keadaan pembiasan mata dengan dengan panjang bola mata yang tidak seimbang.

3. Miopia
Miopia merupakan suatu kelainan refraksi karena kempuan refraktif mata terlalu kuat untung panjang anteroposterior mata sehingga sinar datang sejajar sumbu mata tampa akomodasi didepan retina.

Download Askep Retraksi Pada Mata

ASKEP 1Download
ASKEP 2Download

Akbarpost/Menurut sebabnya, trauma mata terbagi atas: Trauma tumpul atau kontusio yang dapat di sebabkan oleh benda tumpul, benturan atau ledakan di mana terjadi pemadatan udara, Trauma tajam, yang mungkin perforatif mungkin juga non perforatif, dapat juga di sertai dengan adanya korpus alienum atau tidak. Korpus alienum dapat terjadi di intraokuler maupun ekstraokuler, Trauma termis oleh jilatan api atau kontak dengan benda membara, Trauma khemis karena kontak dengan benda yang bersifat asam atau basa, Trauma listrik oleh karena listrik yang bertegangan rendah maupun yang bertegangan tinggi, Trauma barometrik, misalnya pada pesawat terbang atau menyelam, Trauma radiasi oleh gelombang pendek atau partikel-partikel atom (proton dan neutron).

Download Askep Bedah Trauma Mata

ASKEP Download

Akbarpost/Trauma mekanik pada mata sering menyebabkan kebutaan unilateral pada anak-anak dan orang dewasa muda. Pada kelompok inilah trauma pada mata sering terjadi (50%) yaitu umur kurang dari 18 tahun (di USA).

Meskipun mata telah mendapat perlindungan dari rongga orbita, rima orbita, alis, tulang pipi dan hidung, lemak orbita, reflex mengedip, bulu mata, sekresi kelenjar kelopak mata dan konjungtiva, juga dengan telah dibuatnya macam-macam alat untuk melindungi mata, tetapi frekwensi kecelakaan masih tinggi.

Terlebih - lebih dengan bertambah banyaknya kawasan industri, kecelakaan akibat pekerjaan bertambah banyak pula, juga dengan bertambah ramainya lalu lintas, kecelakaan di jalan raya bertambah pula, belum terhitung kecelakaan akibat perkelahian, yang juga mengenai mata. Pada anak-anak kecelakaan mata biasanya terjadi akibat main panahan, ketepel, senapan angin atau akibat lemparan, tusukan dari gagang mainan.

Gelombang tekanan akibat trauma menyebabkann tekanan yang sangat tinggi dalam waktu singkat didalam bola mata. Tekanan dalan bola mata ini akan menyebar antara cairan vitreus dan sclera yang tidak elastis. Akibatnya terjadi peregangan dan robeknya jaringan pada tempat dimana ada perbedaan elastisitas, misal daerah limbus, sudut iridocorneal, ligamentum zinni dan corpus ciliaris.

Respon jaringan akibat trauma menimbulkan : 1). Gangguan molekuler. Dengan adanya perubahan patologi akan menyebabkan kromatolisis sel. 2). Reaksi Pembuluh darah. Reaksi pembuluh darah ini berupa vasoparalisa sehingga aliran darah menjadi lambat, sel endotel rusak, cairan keluar dari pembuluh darah maka terjadi edema. 3). Reaksi Jaringan. Reaksi Jaringan ini biasanya berupa robekan pada cornea, sclera dan sebagainya.

Download Askep Trauma Mekanik Pada Mata

ASKEP Download

Akbarpost/Terjadi akibat masuknya benda asing ke dalam bola mata.(kapita selekta kedokteran:68). Trauma tajam atau tembus dapat disebabkan oleh benda tajam atau benda tumpul yang datang dengan cepat dan keras.(ilmu perawatan mata:176).

Dapat terjadi laserasi kornea yang disertai penetrasi kornea. Jika terjadi perforasi kornea yang disertai prolaps jaringan iris melalui luka akan timbul gejala penurunan TIO, COA dangkal atau menghilang, inkarserasi iris melalui luka perforasi, adanya luka pada kornea, edema disertai edema kelopak mata, kemosis konjungtiva, hyperemia, lakrimasi, fotofobia, nyeri yang hebat, penglihatan menurun dank lien tidak dapat membuka mata sebagai mekanisme protektif.

Pada laserasi kornea yang terjadi karena penetrasi benda tidak boleh dicabut kecuali oleh ahli oftalmologi untuk mempertahankan struktur mata pada tempatnya. Trauma tembus pada kornea dapat disertai oleh trauma pada lensa. Penetrasi lensa yang kecil hanya menyebabkan katarak yang terisolasi tanpa mengganggu penglihatan.

Trauma tajam atau tembus (penetrating injuries) disebabkan oleh benda tajam atau benda asing yang masuk ke mata seperti kaca, logam, atau partikel kayu berkecepatan tinggi, percikan proses pengelasan, dan peluru. Benda memasuki mata melalui kelopak mata, sklera, atau kornea.trauma tajam akan menembus konjungtiva, kornea atau sklera dengan konjumgtiva. (askep klien gangguan mata:186).

Download Askep Trauma Tajam Mata

ASKEP Download

Akbarpost/Trauma Tembus Pada Mata adalah suatu trauma dimana seluruh lapisan jaringan atau organ mengalami kerusakan. Secara garis besar anatomi mata dapat dikelompokkan menjadi empat bagian, dan untuk ringkasnya fisiologi mata akan diuraikan secara terpadu. Keempat kelompok ini terdiri dari :

1) Palpebra
Dari luar ke dalam terdiri dari: kulit, jaringan ikat lunak, jaringan otot, tarsus, vasia dan konjungtiva.
Fungsi dari palpebra adalah untuk melindungi bola mata, bekerja sebagai jendela memberi jalan masuknya sinar kedalam bola mata, juga membasahi dan melicinkan permukaan bola mata.

2) Rongga mata
Merupakan suatu rongga yang dibatasi oleh dinding dan berbentuk sebagai piramida kwadrilateral dengan puncaknya kearah foramen optikum. Sebagian besar dari rongga ini diisi oleh lemak, yang merupakan bantalan dari bola mata dan alat tubuh yang berada di dalamnya seperti: urat saraf, otot-otot penggerak bola mata, kelenjar air mata, pembuluh darah.

Download Askep Trauma Tembus Mata

ASKEP Download

Akbarpost/Trauma tumpul adalah trauma pada mata akibat benturan mata dengan benda yang relative besar, tumpul, keras maupun tidak keras. Trauma tumpul dapat menyebabkan cedera perforasi dapat menimbulkan bahaya seperti infeksi intra okule, retensi serpihan benda asing di dalam bola mata da kerusakan struktur mata yang lebih dalam dan lebih halus. Trauma tumpul pada mata dapat mengenai organ eksterna dan interna mata.

Orbita
Trauma tumpul pada bagian ini dapat menimbulkan fraktur orbita di tandai dengan tepi orbita tidak rata pada perabaan. Jika fraktur terletak di sebelah dalam orabita akan menyebabkan emfisem atau terjad enoftalmos bahkan dapat di serta kerusakan pada foramen optik dan mengenai saraf optic yang mengakibatkan kebutaan. Perdarahan di dalam rongga orbita akan menyebabkan eksoftalmas dan gangguan gerakan bola mata (yang juga bisa terjadi karena kerusakan otot - otot mata luar).

Kelopak Mata
Kelopak mata atau palpebra dapat mengalami hematom atau edema yang menyebabkan kelopak mata tidak dapat membuka dengan sempurna. Dapat juga terjadi kelumpuhan N.VII yang menyebabkan kelopak mata tidak menutup dengan sempurna (lagoftalmos). Pada fraktur basis kranii, pendarahan yang terjadi akan merembes sepanjang dasar orbita yang selanjutnya tampak sebagai hematom di kelopak mata.

Download Askep Bedah Trauma Tumpul Pada Mata

ASKEP Download
Diberdayakan oleh Blogger.